Pencarian

50 Riders Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Bantimurung dan Leang-Leang, Ada Sesi Ganti Oli Gratis

Selasa, 02 Juni 2026 • 23:59:01 WIB
50 Riders Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Bantimurung dan Leang-Leang, Ada Sesi Ganti Oli Gratis
riders komunitas Supermoto Makassar memulai perjalanan dari Masjid Kubah 99 Asmaul Husna menuju Taman Nasional Bantimurung.

MAKASSAR — Ratusan kilometer jalan berliku di Sulawesi Selatan menjadi saksi perjalanan puluhan pengendara supermoto yang memadukan hobi touring dengan wisata sejarah. Start dari kawasan CPI Losari, tepatnya di area Masjid Kubah 99 Asmaul Husna, rombongan bergerak menuju dua destinasi ikonik di Kabupaten Maros.

Perjalanan pertama mengarah ke Taman Nasional Bantimurung, destinasi wisata alam unggulan yang terkenal dengan panorama air terjun dan keanekaragaman hayatinya. Setelah menikmati kesegaran alam, rombongan melanjutkan petualangan ke kawasan Leang-Leang, situs prasejarah yang menyimpan jejak peradaban manusia purba dan menjadi salah satu warisan budaya penting di Indonesia.

Bukan Sekadar Touring Biasa

Program ‘Bentang Cerita: Repsol Ride Story’ memang dirancang berbeda. Selain menikmati pemandangan, para peserta diajak mengikuti aktivitas teknis, yakni sesi ganti oli menggunakan produk Repsol. Kegiatan ini berlangsung di Wisata Kuliner Lambe-Lambe yang kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama.

Head of Marketing Repsol Lubricants Indonesia, Alejandro Werd Alonso, mengatakan kegiatan riding eksplorasi ini lahir dari keyakinan bahwa setiap perjalanan memiliki cerita yang layak dikenang. “Melalui program ini, kami ingin mengajak para riders untuk menikmati keindahan berbagai daerah di Indonesia, membangun koneksi yang lebih erat antar komunitas, serta merasakan pengalaman berkendara yang nyaman dan penuh makna,” ujarnya.

Edukasi Mesin di Tengah Perjalanan

Usai sesi ganti oli, para peserta mengikuti sesi edukasi dan sharing session. Mereka mendapatkan wawasan mengenai teknologi pelumas Repsol, pentingnya penggunaan pelumas yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan, serta tips menjaga performa mesin dalam berbagai kondisi berkendara. Ini menjadi nilai tambah yang jarang ditemui dalam agenda touring komunitas pada umumnya.

Alejandro menambahkan, Makassar dan Maros memiliki kekayaan alam serta budaya yang luar biasa. “Kami berharap perjalanan ini tidak hanya menjadi touring bersama, tetapi juga menjadi ruang bagi para peserta untuk menemukan cerita baru, berbagi pengalaman, dan memperkuat semangat kebersamaan,” pungkasnya.

Potensi Wisata Sejarah yang Terus Digaungkan

Pemilihan rute Maros bukan tanpa alasan. Taman Nasional Bantimurung yang dijuluki “The Kingdom of Butterfly” dan situs Leang-Leang dengan lukisan tangan purba berusia ribuan tahun menjadi magnet tersendiri. Kombinasi antara petualangan roda dua dan napak tilas sejarah diyakini mampu menarik minat wisatawan milenial untuk menjelajah Sulawesi Selatan dengan cara yang lebih autentik.

Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks