MAKASSAR — Kepemimpinan baru Partai Golongan Karya di Sulawesi Selatan resmi dimulai. Ilham Arief Sirajuddin atau IAS ditetapkan sebagai ketua formatur untuk menyusun kepengurusan DPD I periode 2026-2031, setelah terpilih secara aklamasi dalam Musda XI.
Prosesi Penyerahan Pataka di Hotel Claro
Pimpinan sidang dari DPP Partai Golkar, Mustafa Raja, membacakan langsung keputusan penetapan IAS. "Menetapkan Ilham Arief Sirajuddin sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel terpilih sekaligus ketua formatur untuk menyusun kepengurusan," ujarnya saat sidang pleno.
Usai sidang, Mustafa Raja menyerahkan pataka atau panji kebesaran Partai Golkar kepada IAS. Penyerahan ini menjadi simbol estafet kepemimpinan dan amanah untuk mengibarkan panji partai di seluruh pelosok Sulawesi Selatan.
"Dengan ini saya menerima pataka panji kebesaran Partai Golkar untuk dikibarkan ke seluruh pelosok Sulawesi Selatan," kata IAS saat menerima simbol kepemimpinan tersebut.
Hanya Satu Kandidat, Munafri Mundur
Proses Musda XI berjalan mulus karena IAS menjadi satu-satunya bakal calon yang memenuhi seluruh persyaratan. Awalnya, dua tokoh mengambil formulir pendaftaran: IAS dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Namun, hingga batas akhir pengembalian berkas, hanya IAS yang mengembalikan formulir lengkap.
Munafri memutuskan tidak melanjutkan pencalonannya, membuka jalan bagi IAS untuk ditetapkan secara aklamasi dalam sidang pleno.
Tim Formatur Segera Dibentuk
Musda XI juga membentuk tim formatur yang terdiri dari lima orang untuk menyusun kepengurusan DPD I. Tim ini meliputi perwakilan DPP Partai Golkar, IAS sendiri, dua perwakilan DPD II Golkar dari Kabupaten Luwu dan Bone, serta satu perwakilan organisasi sayap KPPG.
IAS menyatakan siap membawa Partai Golkar kembali berjaya di Sulawesi Selatan. Dengan mandat baru ini, ia akan fokus pada konsolidasi internal dan persiapan menghadapi agenda politik mendatang di provinsi tersebut.