MAKASSAR — PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar mencatat total 16 jemaah wafat di Tanah Suci hingga proses pemulangan kloter perdana. Sebanyak 11 jemaah berasal dari Sulawesi Selatan, satu dari Sulawesi Barat, dua dari Sulawesi Tenggara, satu dari Maluku Utara, dan satu dari Maluku. Satu jemaah Kloter 2 asal Sidrap, Ijuma H. Lompeng, juga wafat pada 30 Mei 2026, sementara jemaah lainnya, Lanti Latief Abdullah, masih menjalani perawatan di Arab Saudi.
Bupati Sidrap Jemput Langsung Jemaah di Pesawat
Kedatangan Kloter 2 yang membawa 391 jemaah asal Sidrap terasa istimewa. Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menepati janjinya dengan menjemput langsung para jemaah hingga ke area pesawat. "Alhamdulillah saya bisa menjemput langsung di pesawat. Ada yang mengira saya petugas bandara," ujarnya disambut tawa jemaah yang tiba pukul 06.50 WITA.
Menurut Syaharuddin, tahun ini menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Sidrap karena untuk pertama kalinya dapat memberangkatkan dua kelompok terbang. "Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Tambahan kuota ini tidak lepas dari koordinasi baik antara pemerintah daerah dengan Kementerian Haji dan Umrah," katanya.
Kloter 1: 82 Jemaah Lansia Asal Soppeng
Kloter 1 terdiri atas 391 orang, dengan 384 jemaah asal Kabupaten Soppeng, satu asal Kota Makassar, dan enam petugas. Jemaah termuda, Husnul Khulqy Akhwan, berusia 19 tahun, sementara tertua, Halika Palecceng, 85 tahun. Jumlah jemaah lanjut usia mencapai 82 orang. Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, yang hadir dalam penyambutan, berharap para jemaah menjadi panutan dan membawa nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
Esensi Haji Mabrur: Kepedulian Sosial dan Akhlak Mulia
Di sela penyambutan, Asisten I Pemprov Sulsel, H. Muh. Ishaq Iskandar, menegaskan bahwa predikat haji bukan sekadar gelar, melainkan amanah moral. "Haji mabrur adalah haji yang mampu menghadirkan kepedulian sosial dan akhlak mulia di tengah kehidupan bermasyarakat," kata Ishaq mewakili Gubernur Sulsel.
Sekretaris PPIH Debarkasi Makassar, H. Asa Afif, mengajak jemaah merefleksikan perubahan perilaku pasca ibadah. "Kalau sebelum berangkat ibadahnya biasa-biasa saja, setelah pulang haji semoga menjadi lebih baik. Yang biasanya mudah marah, semoga menjadi lebih sabar. Yang sebelumnya kurang peduli, semoga menjadi lebih dermawan," pesannya.
22 Calon Jemaah Tak Berangkat, 14 Diantaranya Karena Sakit
Secara keseluruhan, Embarkasi Makassar semula merencanakan memberangkatkan 16.728 jemaah dan petugas. Namun, 22 calon jemaah belum dapat diberangkatkan karena berbagai alasan: 14 orang sakit, empat hamil, satu wafat, dan tiga menunda keberangkatan. Seluruh jemaah yang tiba dari Kloter 1 dan 2 dinyatakan dalam kondisi sehat. PPIH Debarkasi Makassar terus bersiaga menyambut kedatangan kloter-kloter berikutnya.