SULAWESI SELATAN — Keheningan menyelimuti The Kop saat peluit panjang berbunyi. Bukan karena kekalahan, melainkan karena satu era akan segera berakhir. Mohamed Salah, sosok yang mencetak lebih dari 200 gol dan mempersembahkan trofi Liga Champions serta Premier League sejak 2017, secara resmi mengucapkan selamat tinggal kepada fan Liverpool di Anfield.
Momen Emosional di Tengah Laga Pamungkas
Ribuan suporter memenuhi stadion untuk memberi penghormatan terakhir. Spanduk bertuliskan terima kasih dan yel-yel khas Salah menggema sepanjang pertandingan. Meski laga melawan Brentford berjalan sengit, atmosfer lebih terasa seperti perayaan karier gemilang sang pemain.
Pemain berusia 33 tahun itu tak bisa menyembunyikan haru. Ia berkeliling lapangan, bertepuk tangan, dan melempar jersey ke arah fans yang memadati tribun. Momen itu menjadi penutup sempurna dari perjalanan panjang yang ia torehkan di Merseyside.
Warisan 200+ Gol dan Trofi Bergengsi
Kepergian Salah bukan sekadar kehilangan pemain bintang. Liverpool harus merelakan mesin gol paling produktif sejak era Steven Gerrard. Dalam delapan musim, ia memecahkan berbagai rekor klub dan menjadi ikon baru di Anfield.
Trofi Liga Champions 2019 dan gelar Premier League 2020 menjadi puncak pencapaian yang tak terlupakan. Kontribusinya tak hanya diukur dari gol, tapi juga assist dan kepemimpinan di lapangan. Kini, The Reds harus mencari penerus yang mampu mengisi kekosongan besar tersebut.
Reaksi Suporter dan Masa Depan Liverpool
“Dia adalah legenda. Kami akan merindukannya,” ujar salah satu fan yang hadir. Unggahan perpisahan membanjiri media sosial dengan tagar #ThankYouMo.
Tanpa Salah, lini depan Liverpool butuh rekonstruksi serius. Manajemen klub disebut sudah menyiapkan dana segar untuk bursa transfer musim panas. Nama-nama seperti Jarrod Bowen dan Khvicha Kvaratskhelia mulai dikaitkan sebagai pengganti potensial.
Babak Baru di Luar Anfield
Belum ada pengumuman resmi klub tujuan. Rumor kepindahan Salah ke Liga Arab Saudi atau kembali ke Italia terus beredar. Agennya dikabarkan sudah melakukan pertemuan dengan beberapa klub Eropa.
Jejak Salah di Liverpool sudah terukir tinta emas. Anfield mungkin terasa hampa tanpa nomor 11 yang berlari di sayap kanan. Tapi kenangan manis yang ia tinggalkan tak akan pernah pudar.