SULAWESI SELATAN — Gelar juara dipastikan tanpa harus bertanding. Bournemouth menahan City 1-1 di Vitality Stadium, Minggu (24/5) waktu setempat, membuat jarak empat poin tak lagi terkejar dengan satu laga tersisa. Arsenal pun mengunci titel ke-14 mereka, terbanyak ketiga dalam sejarah sepak bola Inggris.
City Gagal Manfaatkan Momentum, Haaland Cuma Penyelamat Kehormatan
City sebenarnya masih punya peluang memperpanjang persaingan. Namun tekanan justru datang dari tim tuan rumah yang sudah lolos ke Eropa. Gol Eli Junior Kroupi di babak pertama membuat Bournemouth unggul lebih dulu.
Erling Haaland menyamakan kedudukan di masa injury time. Tapi itu cukuplah hanya untuk menyelamatkan satu poin, bukan gelar. "Kami berharap lebih dari City. Saat semuanya ada di tangan mereka, mereka gagal," ujar mantan bek City, Micah Richards, kepada Sky Sports.
Kemenangan Kunci di Burnley yang Mengubah Segalanya
Tekanan ke pundak City sejatinya sudah dimulai sejak Senin (18/5) malam. Arsenal menang tipis 1-0 atas Burnley lewat gol Kai Havertz. Kemenangan itu memaksa City wajib menang untuk memangkas jarak jadi dua poin dan memperpanjang persaingan.
Namun Guardiola, yang akan meninggalkan City setelah satu dekade penuh dinasti, gagal membawa timnya melewati ujian terakhir. The Cherries menjadi batu sandungan yang tak terduga.
Dari 'The Invincibles' ke Era Arteta: Perjalanan Panjang Kembali ke Puncak
Gelar ini menjadi yang pertama sejak era Arsene Wenger, tepatnya musim 2003/2004 saat Arsenal menjadi 'The Invincibles' tanpa terkalahkan. Kini, di musim penuh ketujuh Mikel Arteta sebagai manajer, pembangunan kembali skuad akhirnya membuahkan hasil.
Perayaan massal terjadi di seluruh London utara. Para suporter memadati pub untuk menyaksikan laga City vs Bournemouth dan langsung meledak begitu peluit panjang berbunyi.
Mentalitas Baja Declan Rice: Kunci Kebangkitan Usai Tersungkur di Etihad
Keraguan sempat menghantui Arsenal saat mereka tumbang di Etihad Stadium bulan lalu. Namun sejak kekalahan itu, The Gunners memenangkan empat pertandingan beruntun tanpa kebobolan satu gol pun.
"Kami tahu dari dalam diri, kami punya keyakinan dan masih bisa menang," kata gelandang Arsenal, Declan Rice. "Tapi ini emosional. Melihat dari mana klub ini berasal dalam 10 tahun terakhir—pasang surutnya—saya dengar semuanya. Klub ini pantas dapat hal-hal baik."
Double Impian: Final Liga Champions di Budapest
Perayaan gelar Premier League tak akan berlangsung lama. Arsenal masih punya misi besar pekan depan. Skuad asuhan Arteta akan meladeni Paris Saint-Germain di final Liga Champions di Budapest, Sabtu (30/5). Kemenangan di sana akan menggenapi double winner pertama dalam sejarah klub.
Sebelum itu, Arsenal masih akan bertandang ke Crystal Palace di laga terakhir Premier League. Tapi kali ini, mereka datang sebagai juara.