Pencarian

KSPSI Makassar Desak Stabilitas Ekonomi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Buruh Sulawesi Selatan

Jumat, 01 Mei 2026 • 01:37:33 WIB
KSPSI Makassar Desak Stabilitas Ekonomi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Buruh Sulawesi Selatan
KSPSI Makassar menggelar aksi damai menuntut stabilitas ekonomi demi kesejahteraan buruh Sulawesi Selatan.

MAKASSAR - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Makassar tahun ini diwarnai dengan seruan kuat dari elemen buruh terkait kondisi ekonomi nasional. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) secara tegas meminta pemerintah untuk memprioritaskan stabilitas ekonomi guna menjamin kelangsungan hidup dan daya beli para pekerja di wilayah Sulawesi Selatan.

Urgensi Stabilitas Ekonomi Bagi Kelompok Buruh

Dalam orasi yang disampaikan di pusat Kota Makassar, perwakilan KSPSI menekankan bahwa kenaikan upah tahunan saja tidak cukup untuk menjamin kesejahteraan tanpa adanya kendali terhadap inflasi. Ketidakpastian ekonomi global dan domestik dinilai menjadi ancaman nyata bagi daya beli masyarakat, khususnya kelas pekerja yang sangat bergantung pada stabilitas harga kebutuhan pokok.

Menurut pihak KSPSI, stabilitas ekonomi merupakan fondasi dasar agar iklim investasi di Sulawesi Selatan tetap terjaga sekaligus melindungi hak-hak dasar buruh. Mereka berpendapat bahwa fluktuasi ekonomi yang tidak terkendali seringkali menggerus manfaat dari kenaikan upah minimum yang telah diperjuangkan setiap tahunnya, sehingga kesejahteraan buruh tetap stagnan.

Oleh karena itu, KSPSI mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk mengambil langkah konkret dalam menjaga rantai pasok dan stabilitas harga pangan. Fokus pada stabilitas ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi buruh dalam merencanakan masa depan ekonomi keluarga mereka di tengah dinamika pasar yang terus berubah dengan cepat.

Tuntutan Kesejahteraan dan Perlindungan Tenaga Kerja

Selain masalah stabilitas makro, peringatan May Day 2026 di Makassar juga menyoroti perlunya penguatan sistem jaminan sosial bagi para pekerja. KSPSI menilai kesejahteraan buruh di Sulawesi Selatan harus mencakup perlindungan kesehatan dan ketenagakerjaan yang lebih komprehensif agar pekerja memiliki jaring pengaman saat menghadapi risiko kerja maupun masa pensiun.

Organisasi buruh ini mengingatkan bahwa produktivitas industri sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental para pekerjanya. Tanpa adanya jaminan kesejahteraan yang memadai, sulit bagi sektor industri di Makassar dan sekitarnya untuk bersaing secara optimal. Hal ini menjadi poin krusial yang terus disuarakan dalam setiap momentum Hari Buruh.

Isu mengenai kepastian kerja atau job security juga menjadi poin penting dalam tuntutan tahun ini. KSPSI berharap tidak ada lagi praktik pemutusan hubungan kerja sepihak dengan alasan efisiensi ekonomi tanpa adanya solusi yang adil. Perlindungan terhadap pekerja lokal di tengah masuknya tenaga kerja asing juga menjadi perhatian serius dalam aksi kali ini.

Sinergi Pemerintah dan Stakeholder di Sulawesi Selatan

Menanggapi aspirasi tersebut, perwakilan buruh berharap adanya ruang dialog yang lebih intensif dan transparan antara pemerintah provinsi, pengusaha, dan serikat pekerja. Sinergi tripartit dianggap sebagai jalan keluar terbaik untuk merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang pro-buruh namun tetap mendukung keberlanjutan dunia usaha di Sulawesi Selatan.

Pemerintah daerah diminta untuk lebih aktif melakukan pengawasan terhadap implementasi peraturan ketenagakerjaan di lapangan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang telah disepakati bersama, termasuk standar upah dan keselamatan kerja, dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh buruh di berbagai sektor industri.

Melalui momentum May Day 2026, KSPSI di Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan ekonomi yang berdampak langsung pada rakyat kecil. Mereka berharap peringatan tahun ini menjadi titik balik bagi perbaikan ekosistem ketenagakerjaan di Sulawesi Selatan yang lebih adil, stabil, dan sejahtera bagi semua pihak yang terlibat dalam roda ekonomi daerah.

Bagikan
Sumber: sulsel.pojoksatu.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks