MAKASSAR — Abdul Hayat Gani mengambil sumpah jabatan sebagai Ketua DPW Partai Perindo Sulawesi Selatan pada 5 Februari 2026. Keputusan ini menandai perpindahan kariernya dari jalur birokrasi ke politik praktis setelah puluhan tahun mengabdi sebagai ASN.
Pria yang akrab disapa Hayat itu mengaku tidak puas hanya dengan pengabdiannya di pemerintahan. "Birokrat itu satu hal, tapi belum sempurna pengabdian saya. Saya ingin berbuat lebih luas dalam kegiatan kemasyarakatan," ujarnya di Makassar, Senin (15/6/2026).
Alasan Pensiunan ASN Pilih Perindo
Hayat menyebut ada krisis kepemimpinan yang melatarbelakangi keputusannya terjun ke dunia politik. Menurutnya, memperbaiki kondisi tersebut hanya bisa dilakukan melalui partai politik.
"Ada krisis kepemimpinan, dan memperbaikinya hanya bisa lewat partai politik. Jadi saya masuk politik," kata Hayat.
Dia memilih bergabung dengan Partai Perindo karena merasa visi dan misi partai tersebut sejalan dengan keyakinannya. "Saya cocok dengan visi dan misi Perindo. Saya ingin betul-betul berjuang dengan Perindo. Saya mau berjuang dari Sulsel untuk Indonesia," tegasnya.
Karier Panjang di Birokrasi Sebelum Politik
Selama puluhan tahun, Abdul Hayat Gani menduduki sejumlah posisi strategis di tingkat daerah dan nasional. Pengalaman panjangnya di pemerintahan menjadi modal utama yang ia bawa ke panggung politik.
Meski telah memasuki masa pensiun, Hayat memilih membuka babak baru ketimbang menikmati masa istirahat. Ia yakin perubahan yang lebih luas membutuhkan ruang perjuangan yang berbeda dari sekadar menjadi aparatur negara.
Target Perindo Sulsel ke Depan
Dengan kepemimpinan Abdul Hayat Gani, DPW Perindo Sulsel diharapkan dapat memperkuat basis partai di daerah. Pengalamannya sebagai birokrat diyakini menjadi nilai tambah dalam merumuskan kebijakan dan menjaring aspirasi masyarakat.
Hayat sendiri belum merinci program kerja jangka pendek yang akan dijalankan. Namun, ia memastikan fokus utamanya adalah membangun kepercayaan publik terhadap partai sebagai wadah perjuangan rakyat.