Makassar — Ratusan peserta May Day Fest memadati Lapangan Karebosi untuk menyuarakan aspirasi buruh kepada pemerintah. Acara peringatan Hari Buruh Internasional ini menjadi wadah untuk mengangkat tuntutan terkait kesejahteraan rakyat yang lebih komprehensif.
Koalisi Gerakan Rakyat Dorong Kebijakan Berpihak pada Rakyat
Koordinator Koalisi Gerakan Rakyat, Akhmad Rianto, menguraikan tujuan utama peringatan tahun ini. "Bagaimana kita bisa mengintervensi kebijakan dan bagaimana kebijakan-kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah itu bisa dapat mensejahterakan rakyat," ujarnya di hadapan peserta May Day Fest.
Rianto menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh bukan hanya rutinitas kalender, melainkan kesempatan strategis untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada institusi pemerintah. Pendekatan ini mengubah narasi dari sekadar memperingati menjadi aksi advokasi kebijakan yang konkret.
Momentum Penyampaian Tuntutan Langsung ke Pemerintah
May Day Fest di Makassar mencerminkan strategi gerakan buruh untuk mengkomunikasikan kebutuhan ekonomi dan sosial kepada pembuat kebijakan. Acara yang digelar pada tanggal 1 Mei ini menunjukkan komitmen koalisi untuk tidak sekadar berceramah, tetapi membangun dialog interaktif terkait desain kebijakan.
Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang gerakan rakyat memperkuat pesan bahwa kesejahteraan bukan agenda sempit kelompok tertentu, melainkan kebutuhan bersama yang memerlukan respons kebijakan sistemik dari pemerintah.
Dampak Ekspektasi terhadap Formulasi Kebijakan Kedepan
Tuntutan yang disampaikan dalam May Day Fest Makassar mencerminkan ekspektasi buruh dan elemen gerakan rakyat bahwa kebijakan pemerintah harus mengutamakan dampak kesejahteraan jangka panjang. Pesan Rianto menunjukkan shift dari demonstrasi ritual menuju advocacy berbasis data dan tuntutan spesifik.
Momentum ini menjadi catatan bagi pemangku kebijakan untuk mempertimbangkan input komunitas buruh dalam proses legislasi dan formulasi program ekonomi sosial di masa mendatang.