SULAWESI SELATAN — Petugas keamanan di lokasi menyebutkan tim Kejaksaan Agung sudah berada di gedung BGN sejak pukul 02.00 WIB. Hingga pukul 09.00, para pegawai yang datang silih berganti tetap tidak diizinkan masuk dan hanya bisa menunggu di luar area kantor. Awak media yang hendak meliput juga tidak diperbolehkan melewati gerbang.
Kronologi Penggeledahan dan Situasi di Lokasi
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pelayanan di lingkungan kantor BGN lumpuh total sejak pagi. Sejumlah karyawan terlihat menunggu di luar gedung sambil menantikan arahan lebih lanjut. Belum ada pernyataan resmi dari pihak BGN maupun Kejaksaan Agung terkait penggeledahan ini.
CNNIndonesia.com telah berupaya mengonfirmasi kepada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah dan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi. Namun keduanya belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan.
Latar Belakang: Pencopotan Kepala BGN dan Audit Internal
Penggeledahan ini dilakukan sehari setelah Presiden Prabowo Subianto merotasi pimpinan BGN. Dadan Hindayana dicopot dari jabatan Kepala BGN dan digantikan oleh Naniek S Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN. Dua wakil kepala BGN lainnya, Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya, juga dicopot.
Sebagai gantinya, Prabowo menunjuk Wakil Kepala BPKP Agustina Arumsari dan Wakil Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.
Dugaan Praktik Jual Beli dan Catatan Kinerja
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah tengah melakukan audit internal terkait dugaan praktik jual beli Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyampaikan hal itu saat merespons pertanyaan apakah praktik tersebut menjadi salah satu alasan pencopotan Dadan Hindayana.
"Semua sedang dalam proses audit internal. Itu adalah bagian dari, sekali lagi kami sampaikan, bagian dari monitoring dan evaluasi terus menerus yang kita lakukan," kata Pras di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6).
Prasetyo juga menyebutkan sejumlah catatan yang menjadi dasar pertimbangan Presiden melakukan pergantian pimpinan BGN. Catatan itu meliputi masalah kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur, tata kelola, hingga kedisiplinan menjaga kualitas makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh BGN.
Jaminan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan
Di tengah penggeledahan dan pergantian pimpinan, Prasetyo memastikan program Makan Bergizi Gratis tidak akan terganggu. Ia menyatakan pelayanan ke seluruh penerima manfaat harus tetap berjalan dan seluruh jajaran BGN diminta bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
"Pergantian pucuk pimpinan BGN ini merupakan bentuk monitoring dan evaluasi dari Presiden Prabowo," ucap Prasetyo. Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki dan mengoptimalkan kinerja BGN ke depan.