MAKASSAR – Tim SAR gabungan disiagakan penuh untuk mengevakuasi korban terdampak banjir di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar. Langkah ini diambil menyusul cuaca ekstrem dan intensitas hujan tinggi yang dipicu oleh aktivitas atmosfer mulai dari Madden Julian Oscillation (MJO) hingga Gelombang Rosbi.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa tim telah dibagi ke dalam beberapa sektor strategis untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan efektif. Prioritas utama tim saat ini adalah menyelamatkan kelompok rentan.
"Fokus utama kami adalah mengevakuasi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil," ujar Arif di Makassar, Rabu (25/2/2026).
Titik Fokus Evakuasi
Proses evakuasi saat ini terkonsentrasi di dua kecamatan rawan banjir di Makassar:
Kecamatan Manggala: Fokus pada Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang.
Kecamatan Biringkanaya: Menangani tiga titik terdampak di kawasan Perumahan BTN Kodam III, Kelurahan Katimbang.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar per Rabu malam, jumlah pengungsi telah menyentuh angka 878 jiwa dari 239 keluarga. Para penyintas kini tersebar di 15 titik posko pengungsian yang memanfaatkan fasilitas umum seperti sekolah dan masjid.
Peringatan Cuaca BMKG
BBMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini yang berlaku mulai 24 Februari hingga 1 Maret 2026. Analisis dinamika atmosfer menunjukkan potensi pertumbuhan awan konvektif yang masif di wilayah barat dan selatan Sulawesi Selatan.
Hujan lebat diprediksi melanda wilayah Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, hingga Kepulauan Selayar. Selain curah hujan, masyarakat juga diimbau waspada terhadap potensi angin kencang yang menyertai cuaca buruk ini.
Tim SAR terus melakukan pendekatan persuasif kepada warga yang masih memilih bertahan di rumah mereka untuk segera berpindah ke tempat yang lebih aman sebelum kondisi air semakin meninggi. Koordinasi dengan pemerintah daerah pun terus ditingkatkan guna memastikan kebutuhan logistik para pengungsi terpenuhi.