MAKASSAR — Risiko kecelakaan akibat membawa barang secara sembarangan dengan sepeda motor masih tinggi di kalangan masyarakat. Safety Riding & Community Supervisor Astra Motor Sulsel, Habib Permadi, mengatakan banyak pengendara tidak menyadari bahwa barang bawaan yang berlebihan bisa mengubah titik keseimbangan kendaraan secara drastis.
“Barang bawaan yang terlalu berat atau tidak ditempatkan dengan benar bisa memengaruhi titik keseimbangan motor. Ini berpotensi membahayakan pengendara maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Habib dalam keterangannya, baru-baru ini.
Mengapa Beban Berlebih Berbahaya?
Menurut Habib, motor yang membawa muatan di luar kapasitas akan lebih sulit dikendalikan saat bermanuver di jalan padat. Risiko semakin besar ketika pengendara harus melakukan pengereman mendadak, karena jarak berhenti jadi lebih panjang dan stabilitas menurun.
Kondisi ini kerap diabaikan, terutama saat perjalanan pendek seperti ke pasar atau warung. Padahal, potensi kecelakaan tidak mengenal jarak tempuh.
Lima Tips Aman dari Astra Motor Sulsel
Melalui kampanye #Cari_Aman, Astra Motor Sulsel membagikan panduan praktis agar pengendara tetap selamat saat membawa barang:
- Pastikan barang tidak menghalangi setang, lampu, dan pandangan. Barang yang menutupi lampu sein atau spion bisa menyebabkan kecelakaan karena pengendara lain tidak melihat kode kendaraan.
- Ikat barang dengan kuat. Gunakan tali atau jaring agar muatan tidak bergeser atau jatuh di tengah jalan, yang bisa memicu kecelakaan beruntun.
- Jangan melebihi kapasitas motor. Beban berlebih memengaruhi performa pengereman dan keseimbangan, terutama saat melibas tikungan atau jalan menurun.
- Hindari barang terlalu lebar atau tinggi. Muatan yang menjulang atau melebar bisa mengganggu manuver dan membahayakan pengendara lain di sekitar.
- Kurangi kecepatan dan jaga jarak aman. Respons motor berubah saat membawa beban tambahan, sehingga kecepatan harus disesuaikan.
Gunakan Box atau Tas Tambahan Khusus
Astra Motor Sulsel juga mendorong penggunaan box motor atau tas tambahan khusus agar posisi barang lebih stabil. Langkah ini dinilai lebih aman daripada menumpuk barang di jok atau menggantungnya di setang.
Habib menambahkan, kesadaran keselamatan sering menurun saat perjalanan terasa singkat. “Padahal, potensi kecelakaan bisa terjadi kapan saja tanpa mengenal jarak tempuh,” tegasnya.
Edukasi safety riding ini menjadi agenda rutin Astra Motor Sulsel untuk membangun budaya berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab di wilayah Sulawesi Selatan.