Pencarian

Harga Pertalite Eceran di Sulsel Melonjak Jadi Rp35 Ribu, Warga Manggala Pilih Beli Mahal daripada Antre Berjam-jam

Minggu, 13 September 2026 • 11:46:31 WIB
Harga Pertalite Eceran di Sulsel Melonjak Jadi Rp35 Ribu, Warga Manggala Pilih Beli Mahal daripada Antre Berjam-jam
Harga pertalite eceran di Sulawesi Selatan melonjak hingga Rp35 ribu per botol besar air mineral.

Harga bahan bakar minyak eceran dan Pertamini di sejumlah titik Sulawesi Selatan melambung tinggi imbas kesulitan memperoleh BBM subsidi. Pertalite ukuran botol besar air mineral yang biasanya dijual Rp15 ribu kini mencapai Rp35 ribu, sementara ukuran botol sedang dijual Rp25 ribu.

MAKASSAR — Kelangkaan BBM subsidi yang memicu antrean panjang di berbagai SPBU Sulawesi Selatan berdampak langsung ke kantong warga. Harga pertalite eceran di tingkat pengecer melonjak lebih dari dua kali lipat. Pertamini pun tak kalah mahal, menjual Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per liter dari harga normal Rp10 ribu per liter.

Warga Manggala, Makassar, Rahma, mengaku memilih membeli BBM eceran meski harganya jauh lebih tinggi. Baginya, waktu yang habis di antrean lebih mahal daripada selisih harga yang harus dibayar.

"Saya tidak masalah beli lebih mahal daripada mengantri berjam-jam. Ini saja sulit bisa dapat," ujarnya di Makassar, Sabtu.

Antrean Empat Jam, Pedagang Eceran Beralih Belanja Dini Hari

Rahma menyebut sulitnya memperoleh BBM mengganggu aktivitas hariannya. Mulai dari mengantar anak ke sekolah, mengunjungi kerabat, hingga urusan pekerjaan di luar kantor.

Dia khawatir penggunaan sepeda motor makin boros di tengah pasokan yang seret. Sebagian perjalanan akhirnya dialihkan ke ojek daring. Aktivitas tetap berjalan, tapi pengeluaran membengkak.

Di Kabupaten Takalar, pedagang BBM eceran Muliati merasakan hal serupa. Harga pertalite jualannya naik drastis karena upaya mendapatkan barang juga makin berat.

Muliati harus menunggu sejak pukul 01.00 hingga 02.40 WITA untuk mengisi stok. Waktu itu dipilih karena antrean lebih pendek dibanding siang hari yang bisa mencapai empat sampai lima jam.

"Sekarang, sudah tidak masalah, yang diberikan pertalite atau pertamax yang penting kita menjual karena kalau tidak begitu, mata pencarian kami pedagang kecil akan hilang," katanya.

Pertamini di Jalan Minasa Upa Diserbu, Kemacetan Sampai Malam

Lonjakan harga juga terpantau di Pertamini. Meski menjual Rp15 ribu-Rp20 ribu per liter, antrean tetap panjang di sejumlah titik.

Salah satunya Pertamini di Jalan Minasa Upa, Makassar. Antrean kendaraan mengular dan memicu kemacetan sejak sore hingga malam. Pemandangan serupa terlihat di beberapa Pertamini lain yang diserbu warga yang kehabisan BBM.

Pemerintah daerah dan Pemprov Sulsel kini berupaya mencari solusi bersama Pertamina agar fenomena ini tidak berlangsung lama. Kelangkaan telah mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk layanan publik.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks