SULAWESI SELATAN — Jaringan listrik aliran atas adalah urat nadi operasional KRL. Jika terganggu, perjalanan ratusan ribu penumpang harian bisa ikut tersendat. Karena itu, KAI Properti, anak usaha PT Kereta Api Indonesia, memastikan perawatan infrastruktur ini berjalan sepanjang tahun.
Bukan Sekadar Cek Visual, Ada Penggantian Komponen
Pemeliharaan yang dilakukan mencakup pemeriksaan jaringan, perbaikan komponen, hingga pengadaan material. Pekerjaan ini dijadwalkan menyesuaikan jam operasional KRL agar tidak mengganggu perjalanan penumpang.
"Operasional kereta api didukung oleh berbagai infrastruktur yang harus dijaga kondisinya secara berkelanjutan," ujar Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).
Tidak hanya perawatan rutin, KAI Properti juga tengah mengganti 180 isolator di sejumlah petak jalur. Progres pekerjaan ini sudah mencapai sekitar 70 persen. Isolator berfungsi sebagai penyekat antara penghantar listrik dan struktur pendukungnya, komponen krusial untuk menjaga keamanan sistem elektrifikasi.
Jalur Mana Saja yang Disentuh?
Lima belas resor yang masuk wilayah perawatan membentang dari barat hingga timur Jakarta. Mulai dari Rangkasbitung, Parung Panjang, Serpong, Tanah Abang, Duri, Jakarta Kota, Pasar Senen, hingga Bandara Soekarno-Hatta.
Di sisi timur dan selatan, cakupannya meliputi Manggarai, Jatinegara, Cikarang, Pasar Minggu, Depok, Bogor, dan Nambo. Adapun penggantian isolator difokuskan di titik-titik seperti Cikoya-Maja, Daru-Tenjo, Pondok Ranji-Jurangmangu, Tanah Abang-Palmerah, Angke-Kampung Bandan, hingga Citayam-Bogor.
Keandalan Infrastruktur demi Keselamatan
Penggantian isolator dilakukan karena setiap komponen punya masa pakai. Bram menjelaskan, pemantauan berkala diperlukan agar potensi gangguan bisa dicegah sebelum mengganggu perjalanan.
"Setiap komponen memiliki masa pakai dan kondisi yang perlu dipantau secara berkala. Karena itu, selain melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan rutin, kami juga melakukan penggantian terhadap komponen yang telah mencapai masa pakainya," terang Bram.
Pekerjaan ini dilakukan bertahap dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kelancaran operasional. Harapannya, infrastruktur kelistrikan KRL Jabodetabek yang melayani jutaan penumpang setiap bulannya tetap andal dan aman.