SULAWESI SELATAN — Hasil ini menjadikan Alwi Farhan sebagai satu-satunya wakil Merah Putih di sektor tunggal putra setelah Jonatan Christie tersingkir lebih awal di babak 16 besar. Sang junior kini mengemban harapan besar untuk membawa pulang medali dari India.
Alwi menegaskan dirinya tidak ingin larut dalam euforia pencapaian tersebut. Ia justru memilih untuk tetap membumi dan fokus menghadapi laga berikutnya yang semakin berat.
Kunci Kemenangan: Eksploitasi Tekanan Tuan Rumah
Pertarungan di gim pertama berlangsung sengit. Alwi harus bekerja ekstra keras untuk merebut gim pembuka dengan skor tipis 21-19. Namun, situasi berbanding terbalik di gim kedua, di mana ia tampil dominan dan hanya membiarkan lawannya mengumpulkan 11 angka.
Alih-alih gentar bermain di kandang lawan yang dipenuhi sorak-sorai pendukung Ayush, Alwi justru mengubah tekanan tersebut menjadi energi positif. Ia secara sadar memanfaatkan situasi untuk mengambil kendali permainan sejak awal.
"Saya tahu dia merasakan tekanan karena bermain di kandang dan situasi seperti itu tidak pernah mudah. Saya juga pernah mengalaminya. Karena itu, saya mencoba memanfaatkan keadaan tersebut untuk menambah semangat dan menguasai pertandingan," ujar Alwi dalam pernyataan resminya, Kamis.
Alwi Farhan: Saya Ingin Fokus ke Laga Berikutnya
Kemenangan ini terasa manis karena menjadi ajang pembalasan atas kekalahan yang pernah diraih Alwi dari Ayush. Meski demikian, rasa syukur dan kepuasan itu tidak membuatnya lengah.
"Saya sangat senang bisa menang sekaligus membalas kekalahan dari dia. Sekarang sudah sampai delapan besar, tetapi masih ada pertandingan berikutnya. Situasi ini cukup rumit karena ada peluang mendapatkan medali, tetapi saya tidak ingin terbebani ekspektasi sendiri," kata Alwi.
Rintangan Berikutnya: Duel Kontra Chou Tien Chen
Langkah Alwi untuk mengamankan medali tidak akan mudah. Di babak perempat final, ia sudah ditunggu unggulan asal Taiwan, Chou Tien Chen. Pemain senior itu melaju mulus setelah menyingkirkan wakil Jepang, Yushi Tanaka, dengan skor telak 21-14 dan 21-9.
Sementara itu, langkah Jonatan Christie harus terhenti lebih dulu. Ia menyerah dari pemain Denmark, Rasmus Gemke, melalui drama tiga gim dengan skor 21-11, 13-21, 18-21. Kekalahan ini menempatkan Alwi sebagai harapan terakhir Indonesia di nomor tunggal putra pada turnamen bergengsi tersebut.