MAKASSAR - Bukan hanya soal lokasi, kualitas kuah dan daging menjadi penentu utama kelezatan coto Makassar. Berikut beberapa warung yang bisa dijadikan acuan sekaligus tips memilih sesuai selera.
Ciri Kuah Coto yang Berkualitas
Kuah coto yang baik memiliki aroma rempah dan kacang yang kuat namun tetap seimbang, tidak terlalu berminyak, dengan daging yang empuk dan jeroan yang bersih tanpa aroma mengganggu.
Coto Gagak, Kuah dengan Paduan Kacang Pas
Coto Gagak di Jalan Gagak dikenal dengan kuah beraroma rempah harum dan paduan kacang yang pas di lidah. Warung ini buka 24 jam, cocok bagi yang ingin menikmati coto tengah malam.
Coto Ranggong, Resep Warisan Sejak 1965
Coto Ranggong di Jalan Ranggong Nomor 13B dirintis sejak 1965 oleh Pieter dan tetap mempertahankan resep kuah aslinya, menjadikannya rujukan bagi pencari cita rasa coto tradisional yang otentik.
Coto Nusantara, Potongan Daging Besar dan Empuk
Coto Nusantara di Jalan Nusantara Nomor 224 dekat Pelabuhan Makassar dikenal dengan potongan dagingnya yang besar dan empuk serta sambal tauco yang jadi andalan, dengan cabang tambahan di Jalan Merpati.
Pilih Jeroan atau Daging Saja
Bagi penggemar jeroan, bagian seperti paru, usus, dan babat dapat memberikan tekstur berbeda. Sebaiknya tanyakan dulu ketersediaan bagian tertentu sebelum memesan, karena beberapa warung membatasi porsi jeroan pada jam tertentu.
Coto Paraikatte untuk Rombongan
Coto Paraikatte di Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 9, Tamalanrea, punya area makan luas dan racikan rempah kuat, cocok bagi keluarga atau rombongan wisata yang datang bersama.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa ciri kuah coto yang berkualitas?
Kuah yang baik memiliki aroma rempah dan kacang seimbang, tidak terlalu berminyak, dengan daging empuk dan jeroan bersih.
Sejak kapan Coto Ranggong berdiri?
Coto Ranggong dirintis sejak 1965 oleh Pieter dan masih mempertahankan resep aslinya.
Kesimpulan
Memilih coto terenak di Makassar bisa disesuaikan dengan preferensi kuah, tekstur daging, dan pilihan jeroan, dengan Coto Gagak, Coto Ranggong, Coto Nusantara, dan Coto Paraikatte sebagai beberapa rujukan utama.