Pencarian

Claude Kini Beri Watermark pada Teks Buatan AI demi Patuhi Aturan Uni Eropa

Senin, 17 Agustus 2026 • 01:11:06 WIB
Claude Kini Beri Watermark pada Teks Buatan AI demi Patuhi Aturan Uni Eropa
Anthropic menerapkan watermark pada seluruh output teks model Claude untuk mematuhi aturan transparansi AI Uni Eropa.

SULAWESI SELATAN — Anthropic mengumumkan penerapan watermark pada seluruh output teks yang dihasilkan model Claude, berlaku untuk semua produk yang memakai model rilis setelah 2 Agustus. Kebijakan ini diambil untuk mematuhi aturan transparansi AI Uni Eropa yang mewajibkan konten buatan AI bisa diidentifikasi. Perusahaan juga akan menambahkan kemampuan watermark ke model Claude yang lebih lama dalam beberapa bulan ke depan.

Beda dari Watermark Biasa, Ini Cara Kerja Teknologi Claude

Watermark teks Claude tidak akan terlihat oleh pembaca dan tidak menambahkan karakter tersembunyi. Metodenya bekerja dengan memanfaatkan pola pemilihan kata yang hanya bisa didekode oleh pihak yang memiliki kunci khusus.

Model bahasa besar biasanya memilih kata acak dari daftar kandidat yang sesuai konteks. Dengan watermark aktif, Claude menggunakan kunci tertentu untuk menentukan pilihan kata, bukan generator angka acak. Anthropic memberi contoh penggunaan digit pi sebagai kunci—jika urutan digit dimulai dari angka 2, model akan memilih kata keenam, lalu kelima, ketiga, dan seterusnya dari daftar pilihan.

Pendekatan ini merupakan adaptasi dari metode SynthID-Text yang dikembangkan Google DeepMind dan dipublikasikan di jurnal Nature. Anthropic menegaskan watermark tidak memengaruhi kualitas output, memperlambat proses, atau menambah biaya generasi.

Keterbatasan: Klaim AI Edit dan Terjemahan Juga Kena Tanda

Metode ini punya batasan yang perlu dipahami pengguna. Watermark tidak bisa membedakan apakah Claude menulis teks dari nol atau hanya mengedit—jadi jika Anda meminta AI memperbaiki tulisan, hasilnya tetap diberi tanda. Terjemahan yang dikerjakan Claude juga ikut di-watermark.

Untuk teks yang sangat pendek atau hanya melalui proofreading ringan, watermark mungkin tidak cukup kuat untuk dideteksi. Sebaliknya, mengedit ringan teks buatan Claude kemungkinan besar tidak menghilangkan watermark. Satu-satunya cara memastikan tanda hilang adalah menulis ulang seluruh konten.

Khusus untuk kode program, Anthropic menyebut watermark yang diterapkan cenderung lebih sedikit dibanding teks biasa karena kode menuntut output yang presisi. Jika tidak ada pilihan kata dalam proses generasi, watermark tidak bisa diterapkan.

Verifikasi dan Dampak ke Pengguna

Anthropic akan merilis API yang berisi kunci untuk mendekode watermark, sehingga pihak ketiga bisa memverifikasi apakah sebuah teks dihasilkan Claude. Perusahaan mengakui bahwa teks buatan AI biasanya punya ciri khas pola kalimat tertentu, tapi itu hanya menunjukkan keterlibatan AI secara umum, bukan model spesifik yang digunakan.

Selain teks, Anthropic juga menambahkan tanda tangan kriptografis pada metadata gambar yang dihasilkan Claude. Penerapan dilakukan serentak di semua wilayah karena perusahaan belum punya mekanisme pembedaan per region. Langkah ini menjawab kekhawatiran soal hak cipta kode yang dihasilkan AI—dengan bukti watermark, pihak lain bisa menyalin dan mengembangkan basis kode yang terbukti murni buatan mesin.

Bagi pengguna di Indonesia yang memakai Claude untuk kebutuhan menulis, menerjemahkan, atau coding, perubahan ini berjalan di belakang layar tanpa mengubah alur kerja. Yang perlu dicatat: setiap teks yang pernah disentuh Claude—baik ditulis penuh, diedit, atau diterjemahkan—akan membawa tanda yang bisa dilacak jika diverifikasi dengan kunci yang tepat.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks