Pencarian

Unhas Makassar Raih Pendanaan Riset Rp31,3 Miliar dari Kemendikdasmen, 67 Proposal Inovasi Siap Hilirisasi

Jumat, 07 Agustus 2026 • 17:28:47 WIB
Unhas Makassar Raih Pendanaan Riset Rp31,3 Miliar dari Kemendikdasmen, 67 Proposal Inovasi Siap Hilirisasi
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa memaparkan target hilirisasi 67 proposal riset senilai Rp31,3 miliar di Makassar, Jumat (7/8/2026).

MAKASSAR — Sebanyak 52 proposal Hilirisasi Riset Prioritas Unhas mendapat dukungan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendikdasmen RI dengan nilai Rp15,3 miliar. Sementara itu, 15 proposal Hilirisasi Riset Strategis yang bersifat multiyears didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI dengan pencairan tahun pertama Rp15,8 miliar.

Fokus pada Komersialisasi, Bukan Sekadar Laporan Penelitian

Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, menegaskan target utama program ini adalah memastikan hasil penelitian tidak hanya berhenti pada laporan atau prototipe di dalam kampus. Ia mendorong inovasi dari Unhas dapat diproduksi secara luas dan dimanfaatkan industri.

“Melalui dukungan LPDP dan BOPTN ini, kita mendorong agar inovasi dari Unhas dapat diproduksi secara luas, dimanfaatkan oleh industri, serta memberikan manfaat langsung bagi perekonomian dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat,” ujarnya Jumat (7/8/2026).

Fakultas Kelautan dan Perikanan Jadi Penerima Hibah Terbesar

Distribusi pendanaan tahap pertama menunjukkan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) menjadi penerima terbesar dengan 16 proposal senilai Rp9,66 miliar. Disusul Fakultas Pertanian dengan 12 proposal senilai Rp7,68 miliar, dan Fakultas Peternakan dengan 10 proposal senilai Rp3,83 miliar.

Fakultas lainnya yang menerima hibah antara lain Fakultas Teknologi Pertanian (5 proposal, Rp2,08 miliar), Fakultas MIPA (5 proposal, Rp1,06 miliar), Fakultas Kehutanan (2 proposal, Rp1,34 miliar), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (3 proposal, Rp848 juta). Selebihnya, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, dan Farmasi masing-masing mendapat satu proposal dengan nilai bervariasi.

Empat Skema Hilirisasi dan Sektor Strategis yang Didanai

Dari total 67 proposal, pendanaan tersebar dalam empat skema hilirisasi. Ajakan Industri mendominasi dengan 30 proposal, disusul skema Sinergi (Inovasi Sosial) sebanyak 21 proposal, serta skema Pengujian Produk sebanyak 3 proposal.

Riset yang didanai mencakup sektor strategis seperti teknologi pakan dan benih budidaya laut, pembibitan ternak lokal, inovasi pupuk organik cair, hingga pengembangan pangan sehat berbasis sumber daya lokal. Ada pula model inovasi sosial untuk pemberdayaan nelayan dan masyarakat desa.

Perlindungan Kekayaan Intelektual Jadi Kunci Adopsi Industri

Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof Amir Ilyas, mengingatkan keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan kualitas inovasi, tetapi juga perlindungan kekayaan intelektual dan tata kelola kemitraan. Pihaknya mengawal setiap perjanjian kerja sama agar memiliki dasar hukum kuat.

“Tugas kita sekarang bukan hanya meneliti, tetapi juga memastikan seluruh produk inovasi terlindungi melalui hak cipta maupun paten,” jelas Amir.

Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas, Asmi Citra Malina, menambahkan pendampingan akan dilakukan mulai dari pengelolaan kekayaan intelektual hingga komersialisasi. Menurutnya, perlindungan itu menjadi dasar penting untuk meningkatkan kepercayaan dunia industri dalam mengadopsi hasil riset.

Program ini turut berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya SDG 9, SDG 8, SDG 2, dan SDG 17, dengan mendorong hilirisasi inovasi dan penguatan kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: abatanews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks