ENREKANG — Batang pohon yang melintang di badan jalan serta tiang telepon yang ikut roboh membuat kendaraan dari kedua arah harus bergantian melintas. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun mobil Suzuki Vitara mengalami kerusakan pada bagian atap dan kaca depan, sementara motor Honda Vario rusak tertimpa ranting dan batang pohon.
Warga setempat mengaku sudah lama mengkhawatirkan kondisi pohon tersebut. Mereka menilai pohon yang berada tepat di tepi jalan poros itu sudah mengering dan membahayakan pengguna jalan yang setiap hari melintas.
Evakuasi Melibatkan BPBD, DLH, dan Polsek Enrekang
Begitu menerima laporan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Enrekang bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), personel Polres Enrekang, Polsek Enrekang, dan warga langsung bergerak ke lokasi. Petugas memotong batang pohon yang menutupi aspal dan mengevakuasi tiang telepon yang roboh agar arus lalu lintas kembali normal.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Enrekang, Syamsul, turun langsung memimpin proses evakuasi didampingi Kapolsek Enrekang, AKP Lukman. Berkat kerja sama semua pihak, material pohon berhasil disingkirkan dan akses kendaraan di Jalan Poros Enrekang–Toraja kembali lancar.
Warga Desak Pendataan Pohon Rawan Tumbang
Insiden ini memicu kekhawatiran warga akan keselamatan mereka. Mereka mendesak instansi terkait segera mendata dan menebang seluruh pohon kering maupun yang berpotensi tumbang di sepanjang jalur poros tersebut.
"Kami meminta dinas terkait agar semua pohon yang sudah kering segera ditebang. Kami takut jika pohon itu tumbang sendiri dan menimpa rumah warga atau pengendara yang sedang melintas," ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Jalan Poros Enrekang–Toraja merupakan jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Enrekang dengan Kabupaten Tana Toraja. Jalur ini setiap harinya dilalui kendaraan pribadi, bus antar kota, hingga truk pengangkut logistik, sehingga potensi bahaya pohon tumbang menjadi perhatian serius bagi para pengguna jalan.