SULAWESI SELATAN — Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir membenarkan penerbitan surat telegram mutasi bernomor ST/1584/VII/KEP./2026 dan ST/1585/VII/KEP./2026 pada 31 Juli 2026. Dua telegram itu memuat perintah mutasi untuk 119 dan 27 personel, yang mencakup perwira tinggi (Pati) maupun perwira menengah (Pamen).
"Mutasi dan rotasi merupakan hal yang biasa dalam dinamika organisasi Polri agar pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan semakin optimal," ujar Isir.
Empat Polwan yang Mendapat Promosi
Dari total personel yang dimutasi, empat Polwan tercatat memperoleh promosi jabatan. Mereka adalah Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti, AKBP Bestiana, AKBP Riyana Purwasari, dan AKBP Erma Rahayu Kusuma Ningrum. Promosi ini menjadi bagian dari pembinaan karier internal yang dilakukan secara berkala oleh Korps Bhayangkara.
Kenaikan pangkat untuk Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti termasuk dalam kategori promosi jabatan IB atau setara Inspektur Jenderal Polisi. Sementara tiga nama lainnya, AKBP Bestiana, AKBP Riyana Purwasari, dan AKBP Erma Rahayu Kusuma Ningrum, masuk dalam jenjang IIIA1 atau setara AKBP.
Rincian Mutasi dan Promosi per Jenjang
Data yang dirilis Divisi Humas Polri menunjukkan komposisi promosi yang cukup merata di berbagai jenjang kepangkatan. Selain empat personel yang naik ke jenjang IB/Irjen Pol, terdapat 24 personel yang mendapat promosi jabatan IIA/Brigjen Pol.
- 48 personel promosi jabatan IIB/Kombes Pol
- 1 personel promosi jabatan IIB/Kapolrestabes/Tro/Ta
- 12 personel promosi jabatan IIIA1/AKBP
- 11 personel promosi jabatan IIIA2/Kapolres
Sebanyak 41 personel lainnya tidak menerima promosi atau rotasi setara (flat). Isir menambahkan, setiap personel yang mendapat amanah dalam jabatan baru diharapkan dapat menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Dinamika Organisasi dan Penyegaran Internal
Mutasi besar-besaran ini merupakan agenda rutin Polri yang dilakukan untuk penyegaran organisasi dan optimalisasi pelaksanaan tugas kepolisian. Rotasi jabatan juga menjadi mekanisme untuk mengisi kekosongan posisi strategis di berbagai satuan kerja, baik di tingkat Mabes Polri maupun Polda.
Langkah ini sekaligus menjadi indikator pembinaan karier yang berkelanjutan bagi personel. Polri menilai regenerasi kepemimpinan di level menengah dan tinggi diperlukan untuk menjaga efektivitas kerja di lapangan.
Promosi yang diberikan kepada empat Polwan kali ini juga menegaskan keterwakilan gender dalam jajaran kepemimpinan Polri. Keputusan ini diambil melalui proses penilaian yang mempertimbangkan rekam jejak, kinerja, dan kebutuhan organisasi.