Pencarian

Kemenkeu Tarik Saham KAI Cs di Kereta Cepat Whoosh, Target Beres September 2026

Kamis, 06 Agustus 2026 • 09:46:01 WIB
Kemenkeu Tarik Saham KAI Cs di Kereta Cepat Whoosh, Target Beres September 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pernyataan terkait pengalihan saham Kereta Cepat Whoosh dari Danantara ke Kemenkeu di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

SULAWESI SELATAN — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal masa depan kepemilikan Kereta Cepat Whoosh. Pemerintah berencana memindahkan porsi saham BUMN di PT KCIC dari tangan Danantara ke Kemenkeu. Proses ini ditargetkan tuntas tahun depan.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai bertemu Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (5/8/2026). "Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung ini akan diserahkan dari Danantara, kasih ke Kementerian Keuangan. Prosesnya akan kita percepat, mungkin pertengahan September akan clear," ujarnya.

Kemana Sajakah Saham Whoosh Akan Dialihkan?

Purbaya memastikan saham BUMN di KCIC akan diambil alih oleh lembaga Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu. Nantinya, pengelolaan kereta cepat juga akan berpindah ke SMV tersebut. "(Nanti kepemilikan KCIC) di saya. Bukan (di bawah KAI lagi)," tegasnya.

Kemenkeu saat ini memiliki 13 SMV, namun Purbaya belum bersedia menyebut lembaga mana yang akan ditunjuk. Ia hanya memastikan pendanaan untuk pengambilalihan saham ini sudah siap. "Ada dua, pokoknya cukup, uangnya cukup," ucapnya singkat.

Pemegang Saham Whoosh Saat Ini

Kepemilikan saham BUMN di KCIC selama ini berada di bawah konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Konsorsium ini memegang 60 persen saham KCIC, sementara 40 persen sisanya dimiliki Beijing Yawan HSR Co. Ltd asal China.

PSBI sendiri beranggotakan empat perusahaan pelat merah: PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero). Dari total porsi tersebut, KAI menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 51,37 persen.

Konteks Perpindahan Aset dari Danantara

Langkah ini menjadi babak baru dalam pengelolaan aset BUMN di era Danantara. Sebelumnya, saham KCIC berada dalam klaster Danantara sebagai bagian dari holding BUMN. Keputusan untuk memindahkannya ke Kemenkeu menandakan adanya restrukturisasi kepemilikan atas proyek strategis nasional senilai Rp 125 triliun tersebut.

Dengan pengalihan ini, KAI dan anggota konsorsium lain tidak lagi terlibat langsung dalam pengelolaan Whoosh. Seluruh kewenangan operasional dan strategis akan berada di bawah payung Kemenkeu, yang diharapkan bisa memperkuat struktur permodalan dan pengawasan proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara itu.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: money.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks