Pencarian

AWS Rilis Agen AI DevOps Berkelanjutan, Kiro Kini Bisa Dipakai dari iPhone

Kamis, 18 Juni 2026 • 02:07:31 WIB
AWS Rilis Agen AI DevOps Berkelanjutan, Kiro Kini Bisa Dipakai dari iPhone
AWS memperkenalkan Continuum, agen AI DevOps untuk keamanan aplikasi berkelanjutan.

Dalam gelaran AWS New York Summit, perusahaan cloud computing itu mengumumkan Continuum, sekumpulan agen AI yang fokus pada keamanan aplikasi secara berkelanjutan. Layanan ini, yang masih dalam tahap closed preview, menggabungkan penetration testing dan code review otomatis untuk mengidentifikasi serta memperbaiki kerentanan kode.

Dua Produk Continuum untuk Keamanan Kode

Continuum for code vulnerabilities memindai lingkungan AWS dan memprioritaskan temuan yang benar-benar bisa dieksploitasi di jalur produksi. Hasilnya ditunjukkan dalam sandbox, lengkap dengan saran perbaikan — mulai dari perubahan jaringan hingga patch kode.

Sementara itu, AWS Security Agent yang sudah ada akan diubah namanya menjadi Continuum pen testing dan Continuum code scanning. Perubahan nama ini menandai perluasan fungsi dari sekadar alat keamanan pasif menjadi agen aktif yang terus memantau.

DevOps Agent Kini Bisa Dipanggil Agen Lain

DevOps Agent, yang pertama kali diperkenalkan di re:Invent 2025 dan dirilis secara umum pada Maret lalu, mendapatkan kemampuan baru. Fitur release management — masih dalam preview — menilai kesiapan kode dan menjalankan software di lingkungan terisolasi yang dikelola AWS untuk memverifikasi build.

Yang lebih penting, agen ini kini mengekspos endpoint MCP (Model Context Protocol) sendiri. Artinya, alat lain bisa memanggil API DevOps Agent. Dukungan untuk protokol Agent2Agent (A2A) buatan Google juga ditambahkan, memungkinkan kolaborasi antar-agen dari vendor berbeda.

Kiro di Saku: Aplikasi iOS untuk Coding Spesifikasi

Kiro, IDE berbasis spesifikasi untuk coding AI, kini hadir dalam bentuk aplikasi iOS native — bukan sekadar bungkus web. Aplikasi ini bisa meluncurkan dan mengelola sesi remote dari ponsel, menampilkan status live dari cloud, serta merender perbedaan kode dalam format kartu yang mudah dibaca di layar kecil.

Tiga mode interaksi tersedia: chat, spec untuk melanjutkan alur spesifikasi, dan autonomy untuk mendelegasikan tugas. Kiro juga bisa diperluas dengan "powers" — bungkus untuk satu atau lebih server MCP yang tersedia di GitHub, termasuk untuk layanan AWS seperti DevOps Agent dan Lambda, serta pihak ketiga seperti Datadog dan Dynatrace.

Harga Token Naik, Tapi Biaya per Unit Intelijen Turun

Matt Wood, chief AI and technology officer AWS, mengklaim bahwa meskipun harga token di frontier naik, biaya yang dinormalisasi per titik kecerdasan tertentu justru turun setiap tahun. "Sementara biaya token di frontier terus naik, jika Anda menormalkan untuk titik kecerdasan tertentu, biayanya terus menurun tahun ke tahun," ujarnya dalam jumpa pers.

Soal harga, layanan seperti DevOps Agent menggunakan model bayar per detik — tarifnya sama untuk respons insiden, evaluasi pencegahan insiden, dan tugas on-demand seperti chat. Namun, ada biaya tambahan untuk layanan AWS yang dikonsumsi agen, seperti query CloudWatch. Layanan Quick bersifat subscription.

Kepercayaan: Hambatan Terbesar Adopsi AI

Wood menyebut kepercayaan sebagai hambatan tunggal terbesar adopsi sistem AI di sebagian besar organisasi. AWS meresponsnya melalui Bedrock AgentCore, platform untuk agen kustom, yang kini memiliki managed knowledge base, pencarian web, dan kemampuan membelanjakan uang untuk konten berbayar seperti feed pasar keuangan.

Yang lebih kritis, AWS mengakui bahwa kegagalan agen paling berbahaya bukan yang memunculkan error — melainkan yang terlihat normal di dashboard. "Agen yang mengonfirmasi modifikasi pesanan tapi tidak pernah menjalankannya, yang memalsukan ketersediaan produk saat API timeout, yang melewati langkah persetujuan sementara dashboard menunjukkan tingkat keberhasilan 99 persen," tulis AWS dalam pengumumannya.

Fitur baru AgentCore menjanjikan wawasan tentang kegagalan, niat, dan lintasan agen di ratusan sesi. Kebijakan yang mendefinisikan batasan aksi agen dan Bedrock Guardrails — yang berjalan di lapisan gateway di luar agen — mengevaluasi tindakan terhadap injeksi prompt, konten berbahaya, dan paparan data. "Kami mencoba membangun agen yang menunjukkan dan mengomunikasikan hasil yang tepercaya kepada penggunanya," kata Wood.

Bagikan
Sumber: theregister.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks