SULAWESI SELATAN — Google resmi meluncurkan tahap pertama Search Agent di AI Mode, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna mendapat pantauan informasi secara terus-menerus dari internet. Diumumkan dalam gelaran I/O 2026, Search Agent bekerja di latar belakang dan secara cerdas menelusuri blog, portal berita, media sosial, hingga data finansial dan olahraga untuk mendeteksi perubahan yang sesuai dengan pertanyaan spesifik pengguna. Hasil akhirnya berupa ringkasan sintesis yang bisa langsung ditindaklanjuti.
Fitur Utama: Pantauan Otomatis Tanpa Batas Waktu
Tidak seperti fitur Scheduled actions di aplikasi Gemini yang maksimal sekali sehari atau Gemini Spark yang setiap 15 menit, Search Agent menawarkan kecepatan notifikasi yang lebih tinggi. Google menyebut keunggulan utamanya ada pada kedekatan waktu (immediacy) antara perubahan data di web dengan pemberitahuan yang diterima pengguna.
Untuk mengaktifkannya, pengguna cukup menyertakan frasa "keep me updated on" atau "alert me when" di dalam perintah (prompt) ke AI Mode. Contoh yang diberikan Google: "keep me updated when any of my favorite athletes announce sneaker collabs or signature drops." Sistem kemudian akan memonitor web untuk perubahan terkait pertanyaan tersebut.
Ketersediaan: Eksklusif untuk Pelanggan AI Ultra Dulu
Saat ini, Search Agent tipe Information Agent — yang fokus membantu pengguna tetap update pada hal-hal yang dianggap penting — baru tersedia untuk pelanggan Google AI Ultra. Biaya berlangganannya USD 99,99 atau USD 199,99 per bulan (estimasi Rp1,6 juta hingga Rp3,3 juta dengan kurs Rp16.500 per dolar AS).
Fitur ini sudah bisa digunakan di semua bahasa dan wilayah yang mendukung AI Mode. Google berencana memperluas akses ke pelanggan Google AI Pro pada musim panas tahun ini.
Cara Kerja: Bukan Sekadar Pencarian Berkala
Search Agent membedakan diri dari pendekatan polling atau penjadwalan ulang manual. Alih-alih mengecek ulang pada interval tetap, agen ini secara aktif bernalar (intelligently reason) di antara berbagai sumber informasi untuk menemukan data yang dibutuhkan pada momen yang tepat. Google memberi contoh skenario pengguna yang mencari apartemen: cukup daftarkan kriteria yang diinginkan, maka agen akan memberi tahu saat ada listing baru yang cocok.
Dengan pendekatan ini, pengguna tidak perlu repot mengecek manual atau mengatur pengingat berkala. Sistem yang bekerja 24/7 ini diharapkan bisa menjadi asisten pencarian yang lebih proaktif dibandingkan asisten digital konvensional.
Konteks bagi Pengguna Indonesia
Bagi pengguna tech-savvy di Indonesia yang sudah berlangganan layanan AI Ultra, fitur ini bisa dimanfaatkan untuk memantau harga saham, promo e-commerce, atau informasi produk yang akan dirilis. Namun, karena Google belum mengumumkan dukungan khusus untuk bahasa Indonesia atau sumber lokal secara eksplisit, efektivitasnya di pasar lokal masih perlu diuji.
Search Agent menjadi langkah awal Google dalam mewujudkan konsep agen pencarian yang lebih otonom. Ke depannya, Google berencana menghadirkan tipe agen lain yang tidak hanya memantau, tetapi juga bisa mengambil tindakan atas nama pengguna — sebuah lompatan yang akan mengubah cara kita berinteraksi dengan mesin pencari.