Pencarian

European Tech Network (ETN) Salurkan Rp 26,4 Miliar demi Siaran Langsung Teknologi Lima Hari Sepekan

Selasa, 28 Juli 2026 • 07:43:18 WIB
European Tech Network (ETN) Salurkan Rp 26,4 Miliar demi Siaran Langsung Teknologi Lima Hari Sepekan
ETN menerima pendanaan 1,6 juta dolar AS untuk memperluas siaran langsung teknologi menjadi lima hari sepekan.

SULAWESI SELATAN — ETN didirikan oleh Luke Knight dan Ronan Chambers pada Oktober tahun lalu. Awalnya, acara ini hanya tayang dua hari sepekan lewat livestream di X dan YouTube, namun berhasil mengumpulkan lebih dari 5 juta penayangan. Popularitas itulah yang kemudian menarik minat investor, termasuk Powerhouse Capital, Axel Springer SE (induk Business Insider dan Politico), salah satu pendiri LADbible, serta angel investor dari OpenAI dan DeepMind.

Dana Segar untuk Ekspansi Besar

Dengan pendanaan 1,6 juta dolar AS tersebut, ETN tidak sekadar menambah jam tayang. Mereka akan pindah ke studio besar di Kings Cross, London—pusat gelembung startup AI Eropa. Tim yang saat ini hanya beranggotakan delapan orang akan diperbesar. ETN juga meluncurkan buletin (newsletter) dan mengubah jadwal tayang dari dua hari menjadi lima hari sepekan.

Rencananya, Knight dan Chambers akan mewawancarai tokoh-tokoh besar seperti George Robson (mitra di Sequoia) dan Rishi Sunak, mantan Perdana Menteri Inggris yang kini menjadi penasihat senior untuk Anthropic dan Microsoft.

Mengapa Eropa Butuh Acara Teknologi Secepat Ini?

Menurut Chambers, ETN lahir dari celah besar di industri media Inggris yang dinilainya tidak bisa mengimbangi kecepatan ekosistem teknologi. "Ini semua tentang kecepatan," kata Chambers kepada TechCrunch. Ia mencontohkan, tahun ini saja startup London telah mengumpulkan dana 14,7 miliar dolar AS menurut Dealroom. Enam perusahaan bahkan meraup lebih dari 500 juta dolar AS: Wayve, Superintelligence, ElevenLabs, Recursive, Ineffable Intelligence, dan Isomorphic Labs—tiga di antaranya didirikan oleh alumni DeepMind.

"Hal-hal seperti ini belum pernah terjadi di Eropa sebelumnya," ujar Chambers merujuk pada derasnya aliran modal. Permintaan untuk menjadi bintang tamu pun melonjak. ETN menerima sekitar 70 pitch per minggu dari kandidat yang ingin tampil. Mereka dulu harus memadatkan 12 wawancara ke dalam dua jam siaran, dua kali sepekan. "Kami butuh wadah yang bisa bergerak secepat ekosistem ini," jelasnya.

Format Baru: Dari Wawancara hingga Shark Tank

Format lima hari akan mirip dengan format dua hari. Siaran langsung berlangsung dari pukul 12.00 hingga 15.00 waktu Inggris, membahas berita tren. Dua jam berikutnya diisi dengan bincang-bincang bersama tamu. ETN juga berencana mengadakan debat, diskusi meja bundar, dan sesi pitching ala Shark Tank.

"Peran kami adalah menjadi panggung bagi orang-orang untuk menyuarakan hal-hal luar biasa yang mereka lakukan," kata Chambers. Saat ini, ETN meraup pendapatan dari iklan. Sponsor besar mereka termasuk Polymarket (pasar prediksi), Base (blockchain), dan ElevenLabs (AI audio).

Pengaruh TBPN dan Cakupan Regional

Knight dan Chambers mengakui bahwa John Coogan dan Jordi Hays—pendiri TBPN yang kabarnya dijual ke OpenAI dengan nilai sembilan digit—adalah pionir ekosistem media teknologi baru. "Pikiran saya, jika kita punya ITV dan BBC, kenapa tidak punya versi regional dari acara ini?" ujar Chambers.

Meski berbasis di London, ETN berupaya menghadirkan tamu dari seluruh Eropa—benua dengan lebih dari 40 negara dan 200 bahasa. Mereka juga bepergian ke konferensi teknologi besar, seperti Panath?nea Conference di Athena dan RAISE AI Summit di dalam Louvre, Paris. "Anda mendapatkan gambaran tentang apa yang membuat Eropa menjadi negara adikuasa," pungkas Chambers.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks