Setelah beralih ke Google Pixel 9 Pro XL, banyak pengguna, termasuk jurnalis teknologi, mengeluhkan kecepatan pengisian daya yang terasa seperti "merangkak." Fenomena ini bukan karena kerusakan perangkat keras, melainkan karena kebijakan Google yang secara default membatasi daya input untuk menjaga suhu baterai tetap rendah.
Bukan Bug, Tapi Fitur Keamanan yang Terlalu Agresif
Google menerapkan sistem manajemen termal yang ketat pada lini Pixel. Sistem ini secara otomatis mengurangi kecepatan pengisian saat suhu perangkat naik, terutama saat ponsel digunakan bersamaan dengan pengisian daya. Akibatnya, kecepatan pengisian bisa turun drastis dari yang seharusnya.
Hal ini memang dirancang untuk memperpanjang umur baterai dan mencegah overheat. Namun, bagi pengguna yang butuh daya cepat di tengah mobilitas tinggi, batasan ini terasa sangat mengganggu.
Dua Pengaturan yang Wajib Dimatikan
Untuk mengatasi perlambatan ini, ada dua pengaturan utama di menu Developer Options yang perlu diubah. Pertama, nonaktifkan opsi "Adaptive Charging" yang memang dirancang untuk mengisi daya secara perlahan di malam hari. Kedua, masuk ke menu "Developer Options" dan matikan fitur "Adaptive Battery" untuk sementara.
Setelah kedua pengaturan tersebut dimatikan, pengguna melaporkan kecepatan pengisian daya kembali normal. Namun, perlu diingat bahwa mematikan fitur ini bisa membuat suhu ponsel sedikit lebih hangat saat dicas.
Akses Developer Options di Pixel 9 Pro XL
Bagi pengguna yang belum terbiasa, menu Developer Options bisa diaktifkan dengan membuka Settings > About Phone > Build Number, lalu ketuk tujuh kali hingga muncul notifikasi "You are now a developer." Setelah itu, menu tersebut akan muncul di bagian bawah menu Settings.
Di dalam menu Developer Options, cari opsi "Adaptive Battery" dan matikan. Langkah ini akan memberikan kontrol penuh pada sistem pengisian daya tanpa intervensi AI Google.
Metode ini sudah diuji oleh beberapa pengguna Pixel 9 Pro XL dan terbukti efektif. Namun, Google belum memberikan pernyataan resmi mengenai apakah langkah ini akan memengaruhi garansi perangkat.
Bagi pengguna di Indonesia, trik ini bisa menjadi solusi sementara sambil menunggu update software dari Google yang mungkin akan memberikan keseimbangan lebih baik antara kecepatan pengisian dan manajemen suhu.