MAKASSAR — Selama ini edukasi keselamatan berkendara lebih banyak menyasar para pengendara motor. Asmo Sulsel mencoba mengubah kebiasaan itu dengan menyasar kelompok yang justru paling rentan: para pembonceng, khususnya warga lansia.
Mengapa Pembonceng Juga Perut Diajari Teknik Aman?
Instruktur safety riding Asmo Sulsel, Wanny, menjelaskan bahwa risiko kecelakaan tidak hanya mengancam pengendara. Seorang pembonceng pun memiliki potensi cedera yang sama besarnya saat terjadi insiden di jalan.
"Sering kali masyarakat menganggap hanya pengendara yang perlu memahami keselamatan berkendara. Padahal pembonceng juga memiliki risiko yang sama saat terjadi kecelakaan," ujar Wanny dalam sesi edukasi tersebut.
Praktik Naik-Turun Motor hingga Jaga Keseimbangan
Dalam pelatihan yang dipandu Wanny bersama instruktur lainnya, Restu Wahdini, peserta tidak hanya menerima materi teori. Mereka juga mengikuti sesi praktik langsung yang mencakup:
- Cara naik dan turun sepeda motor yang benar agar tidak kehilangan keseimbangan.
- Posisi duduk yang tepat saat membonceng, baik di motor matik maupun bebek.
- Teknik menjaga keseimbangan tubuh selama perjalanan, terutama saat motor melambat atau berbelok.
Selain itu, Wanny menekankan pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan standar seperti helm, jaket, celana panjang, dan sepatu—baik bagi pengendara maupun pembonceng.
Lurah Kassi-Kassi Apresiasi Edukasi untuk Warganya
Lurah Kassi-Kassi, Adithya Zulkarnain Masdar, turut hadir dan memberikan apresiasi atas inisiatif Asmo Sulsel. Menurutnya, warga di wilayahnya memang membutuhkan pemahaman lebih tentang keselamatan berlalu lintas, terutama kelompok lansia yang sehari-hari kerap menjadi penumpang ojek atau dibonceng keluarga.
Keselamatan Berkendara Tanggung Jawab Semua Usia
Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, menegaskan bahwa budaya #Cari_Aman harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
"Kami percaya keselamatan berkendara adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, edukasi safety riding tidak hanya ditujukan kepada pengendara aktif, tetapi juga kepada seluruh pengguna sepeda motor," katanya.
Dengan adanya pelatihan ini, Asmo Sulsel berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas terus meningkat, sehingga angka kecelakaan di jalan raya bisa ditekan. Program serupa direncanakan akan terus digelar di kelurahan-kelurahan lain di Makassar.