Pencarian

SPPG Unhas Jadi Laboratorium Gizi Nasional, Dua Guru Besar Ungkap Peran Kampus dalam Program Makan Bergizi Gratis

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:53:12 WIB
SPPG Unhas Jadi Laboratorium Gizi Nasional, Dua Guru Besar Ungkap Peran Kampus dalam Program Makan Bergizi Gratis
Prof Veny Hadju menjelaskan Unhas sebagai laboratorium gizi untuk pengembangan program makan bergizi gratis.

SULAWESI SELATAN — Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas Prof Veny Hadju mengungkapkan alasan kampusnya menjadi lokasi pengembangan SPPG. Menurutnya, Unhas memiliki sejumlah fakultas terkait, mulai dari FKM untuk pemenuhan gizi hingga Fakultas Kedokteran yang menjadi dasar pembentukan MBG.

"Di Unhas ini jadi laboratorium gizi. Bagus, karena literatur atau studi-studi dipublikasi dunia internasional itu sangat banyak di Unhas terkait dengan gizi. Kita bisa terlibat karena ada lab," ujarnya dalam diskusi publik "SPPG Unhas: Laboratorium MBG untuk Gizi Bangsa".

Prof Veny yang merupakan pakar gizi juga telah masuk dalam tim Unhas yang membawahi divisi food and beverage di PT Hadin Metavisi Akademika, entitas bisnis kampus. Divisi ini sudah mensuplai makanan ringan dan siang di Rumah Sakit (RS) Unhas, sehingga membuka peluang SPPG beroperasi di lingkungan kampus.

Dari Peternakan Hingga Desain Mobil Pengiriman

Dekan Fakultas Peternakan yang menjadi tim SPPG Unhas Prof Syahdar Baba menuturkan bahwa program ini baru berjalan dua bulan sejak diluncurkan. Pihaknya terus mendesain produk makanan yang bisa diadaptasikan di SPPG guna memproduksi gizi bagi masyarakat.

"Kami akhirnya mendesain itu sejak dari peternakan. Ada intervensi terkait pakannya berkualitas, istilahnya food suplemen diberikan, sehingga kualitas telur dan daging yang dihasilkan jauh lebih baik," papar Prof Syahdar.

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa bahkan meminta setiap fakultas menyiapkan konsep pengembangan inovasi MBG sesuai bidang masing-masing. Fakultas Teknik diminta mendesain mobil pengantaran yang lebih mudah menjangkau sekolah, sementara ompreng atau wadah makanan harus produksi dalam negeri, bukan impor.

Edukasi Gizi Seimbang Jadi Pendamping SPPG

Prof Veny menjelaskan bahwa program MBG di Unhas tidak sekadar menyediakan makanan, melainkan juga menyentuh aspek edukasi. Program pengabdian masyarakat telah dibuat dengan melibatkan mitra dan sekolah-sekolah di sekitar kampus.

"Edukasi gizi seimbang menjadi pendamping SPPG serta terus melakukan evaluasi demi mendapatkan formula gizi yang tepat sasaran dan berkualitas," tuturnya.

Ia mencontohkan pengalamannya saat melihat langsung program woman in child nutrition di Amerika Serikat, di mana pemberian makanan anak sekolah dirancang secara sistematis. Hal itu menjadi inspirasi bagi pengembangan SPPG di Unhas agar menghasilkan blueprint yang bisa diterapkan di sekolah maupun masyarakat luas.

Dapur SPPG Dirancang dari Hulu ke Hilir

Menurut Prof Syahdar, dapur SPPG di Unhas telah didesain dari hulu ke hilir dengan membangun ekosistem lengkap. Fakultas Peternakan merancang kebutuhan telur dan daging berkualitas tinggi melalui intervensi pakan ternak, sementara fakultas lain mengurus logistik dan distribusi.

"Program ini kita kawal terus dan kepentingan kami di Fakultas Peternakan memberikan nilai terbaik serta membangun empati dalam pengabdian ke masyarakat, terutama mitra Unhas," katanya.

Ke depan, Unhas menargetkan SPPG bisa menjadi model nasional bagi pelaksanaan MBG di daerah lain, dengan melibatkan dosen, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu secara terintegrasi.

Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks