MAKASSAR — Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pejabat Forkopimda, termasuk Kakanwil Ditjen Imigrasi Sulsel. Kehadiran tokoh imigrasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari penguatan ideologi di lingkungan birokrasi.
Momen Pertama: Pengibaran Bendera di Halaman Rujab
Prosesi dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Inspektur upacara memimpin langsung jalannya kegiatan yang diikuti oleh seluruh peserta dari unsur TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sulsel. Kakanwil Imigrasi terlihat berdiri di barisan paling depan bersama pejabat eselon II lainnya.
Momen Kedua: Pembacaan Teks Pancasila oleh Pejabat Forkopimda
Bagian inti dari upacara adalah pembacaan teks Pancasila yang dipimpin oleh perwakilan Forkopimda. Suasana hening saat butir-butir sila kelima dibacakan, menandakan penghayatan mendalam terhadap dasar negara. Kakanwil Imigrasi Sulsel mengikuti rangkaian ini dengan sikap sempurna, menunjukkan kedisiplinan yang menjadi ciri khas institusi penegak hukum.
Momen Ketiga: Amanat dan Pesan untuk ASN
Dalam amanatnya, Gubernur Sulsel yang diwakili oleh Sekretaris Daerah menekankan pentingnya Pancasila sebagai pedoman dalam pelayanan publik. "Nilai gotong royong dan keadilan sosial harus tercermin dalam setiap kebijakan, termasuk di bidang keimigrasian," ujarnya. Pesan ini langsung diserap oleh jajaran Kakanwil yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas daerah.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045". Bagi Kakanwil Imigrasi Sulsel, kehadiran di Rujab Gubernur juga menjadi ajang silaturahmi dan koordinasi lintas sektor. Tidak ada agenda khusus lain selain memperkuat sinergi antara kantor imigrasi dengan pemerintah daerah.
Apa Langkah Selanjutnya?
Setelah upacara, jajaran imigrasi dijadwalkan menggelar rapat internal untuk menindaklanjuti amanat tersebut. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas pelayanan paspor dan pengawasan orang asing yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Momen ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh ASN untuk terus mengedepankan integritas dan profesionalisme.