MAKASSAR — Perjalanan diawali dari area Masjid Kubah 99 Asmaul Husna, ikon Kota Makassar yang berada di tepi Laut Losari. Rombongan kemudian bergerak menuju Taman Nasional Bantimurung di Kabupaten Maros, kawasan yang dikenal dengan air terjun, tebing karst, dan keanekaragaman hayati.
Perpaduan Alam dan Jejak Peradaban Purba
Setelah menikmati panorama Bantimurung, peserta melanjutkan perjalanan ke Situs Leang-Leang. Kawasan prasejarah ini menyimpan lukisan tangan di dinding gua dan artefak yang diperkirakan berasal dari puluhan ribu tahun lalu.
Head of Marketing Repsol Lubricants Indonesia, Alejandro Werd Alonso, mengatakan bahwa perjalanan ini bukan sekadar touring biasa. "Kami ingin mengajak para riders untuk menikmati keindahan berbagai daerah di Indonesia, membangun koneksi yang lebih erat antar komunitas, serta merasakan pengalaman berkendara yang nyaman dan penuh makna bersama Repsol," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu.
Edukasi Perawatan Mesin di Tengah Perjalanan
Selain eksplorasi wisata, peserta juga mengikuti sesi edukatif terkait perawatan kendaraan. Kegiatan mencakup penggantian oli dan diskusi tentang menjaga performa mesin saat perjalanan jarak jauh.
Alejandro menambahkan bahwa Makassar dan Maros dipilih karena kekayaan alam dan budayanya yang luar biasa. "Kami berharap perjalanan ini tidak hanya menjadi touring bersama, tetapi juga menjadi ruang bagi para peserta untuk menemukan cerita baru, berbagi pengalaman, dan memperkuat semangat kebersamaan," kata dia.
Menciptakan Cerita di Setiap Kilometer
Melalui program ini, Repsol ingin memberikan perspektif berbeda dalam menjelajahi Indonesia. Bukan sekadar menempuh jarak, tetapi menikmati setiap momen, mengenal budaya lokal, dan mempererat hubungan antar sesama riders.
Kegiatan ini diikuti oleh komunitas SMART (Supermoto Area Makassar Team) serta jaringan bengkel rekanan Repsol. Perjalanan menyusuri dua kabupaten/kota ini menjadi rangkaian awal dari program "Bentang Cerita" yang direncanakan berlanjut ke daerah lain di Indonesia.