MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri langsung perayaan Sannipata Waisak 2026 bersama umat Buddha di Makassar. Kehadiran orang nomor satu di Sulsel itu menjadi sinyal pengakuan pemerintah daerah terhadap peran strategis komunitas lintas iman dalam pembangunan.
Apresiasi untuk Kontribusi Nyata Umat Buddha
Dalam kesempatan tersebut, Andi Sudirman menyampaikan bahwa pembangunan Sulawesi Selatan tidak bisa berjalan sendiri tanpa keterlibatan semua elemen masyarakat, termasuk umat Buddha. Ia secara khusus mengapresiasi Permabudhi yang dinilai aktif dalam berbagai program sosial dan kemanusiaan.
"Kami melihat langsung kontribusi Permabudhi dalam pembangunan daerah. Ini bukan sekadar seremoni, tapi kerja nyata yang dirasakan masyarakat," ujar Andi Sudirman dalam sambutannya.
Sannipata Waisak: Momentum Kebersamaan Lintas Iman
Perayaan Sannipata Waisak 2026 di Makassar berlangsung khidmat. Acara ini dihadiri tidak hanya oleh umat Buddha, tetapi juga tokoh lintas agama dan pejabat daerah. Sannipata sendiri merupakan tradisi tahunan yang mempertemukan seluruh komponen umat Buddha di Indonesia untuk merayakan hari suci Waisak secara bersama-sama.
Andi Sudirman menekankan bahwa toleransi dan gotong royong yang ditunjukkan komunitas Buddha selama ini sejalan dengan visi pemerintah provinsi. "Sulsel adalah rumah kita bersama. Semua agama, semua suku, punya tempat yang sama," tegasnya.
Apa Langkah Pemprov Selanjutnya?
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berencana memperkuat kerja sama dengan Permabudhi dalam program pemberdayaan masyarakat. Salah satu yang disorot adalah kolaborasi di bidang pendidikan dan bantuan sosial yang selama ini sudah berjalan.
Meski belum ada keputusan anggaran spesifik yang diumumkan dalam acara tersebut, sinyal dukungan dari Gubernur dinilai cukup kuat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel yang turut hadir disebut akan menindaklanjuti arahan Gubernur dalam waktu dekat.