Pencarian

Dermaga Bajoe Bone Kini Berkapasitas 50 Ton, ASDP Selesaikan Revitalisasi Jembatan Penghubung Kapal

Jumat, 22 Mei 2026 • 14:27:01 WIB
Dermaga Bajoe Bone Kini Berkapasitas 50 Ton, ASDP Selesaikan Revitalisasi Jembatan Penghubung Kapal
Revitalisasi jembatan penghubung kapal di Dermaga Bajoe tingkatkan kapasitas menjadi 50 ton.

BONE — Jembatan penghubung dermaga dan kapal (MB) di Pelabuhan Bajoe kini berkapasitas 50 ton setelah menjalani penggantian total struktur dan sistem hidrolik. Sebelumnya, kapasitas MB hanya 30 ton.

Revitalisasi ini diuji coba melalui Uji Sandar pada Kamis (21/5) setelah seluruh tahapan commissioning dan uji beban rampung. ASDP juga memperkuat jembatan trestle menuju MB dan mengecat ulang fasilitas pelabuhan untuk kenyamanan pengguna jasa.

Kapasitas Baru dan Dampak bagi Penyeberangan

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, mengatakan peningkatan kapasitas MB menjadi 50 ton bertujuan memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang.

“Perbaikan MB ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran operasional, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat pengguna jasa penyeberangan,” ujar Windy.

Saat ini, ASDP Cabang Bajoe melayani empat lintasan: dua komersial (Bajoe–Kolaka dan Siwa–Tobaku) serta dua perintis (Maccini Baji–Sabutung dan Maccini Baji–Balanglompo).

Mengapa Revitalisasi Ini Penting bagi Warga Bone?

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menilai Pelabuhan Bajoe memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan mobilitas masyarakat. Ia mengapresiasi rampungnya revitalisasi dermaga.

“Kami berterima kasih kepada ASDP atas perbaikan dermaga ini. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga dan memeliharanya,” kata Andi Asman Sulaiman. Ia berharap ke depan rute penyeberangan dari Pelabuhan Bajoe terus diperluas ke berbagai wilayah lain.

Proses Pengerjaan: 25 Warga Lokal Terlibat

Selama revitalisasi berlangsung, ASDP melibatkan sekitar 25 orang masyarakat setempat dalam proses pengerjaan. Perusahaan juga menjalankan program sosial berupa pembagian sembako dan pelatihan kewirausahaan bagi warga Bajoe.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe, Anom S. Panatagama, menyebut dermaga hasil revitalisasi dirancang memiliki daya tahan hingga 20 tahun ke depan.

“Kami bersyukur seluruh proses perbaikan dapat diselesaikan sesuai target dan siap mendukung kelancaran layanan penyeberangan masyarakat,” ujar Anom.

Simulasi Keamanan Pelabuhan Digelar

Selain penguatan infrastruktur, ASDP juga meningkatkan aspek keamanan pelabuhan melalui latihan gabungan simulasi penanganan ancaman bom pada 16 Mei 2026. Latihan ini melibatkan Polres Bone, Detasemen Gegana Sulawesi Selatan, Batalyon C Pelopor Brimob, dan Polsek Kawasan Pelabuhan.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan serta koordinasi penanganan kondisi darurat di lingkungan pelabuhan.

Bagikan
Sumber: bisnisnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks