JENEPONTO — Kajati Sulsel Sila Pulungan datang ke Kejari Jeneponto bukan sekadar seremoni. Ia meninjau langsung ruang kerja, fasilitas pelayanan publik, hingga menyapa para pegawai yang tengah bertugas. Rombongan didampingi Asisten Pembinaan Abdillah dan Asisten Intelijen Ferizal, disambut Kajari Jeneponto Akhmad Heru Prasetyo.
Anggaran Baru Terserap Setengah Lebih, Ini Detailnya
Akhmad Heru melaporkan, dari pagu anggaran Rp7,25 miliar, realisasi baru 58 persen. Kejari Jeneponto saat ini diperkuat 44 pegawai—14 jaksa dan 30 staf tata usaha. Ia juga memaparkan inovasi bernama "Balla Aspirasi", program yang menyediakan ruang bagi warga menyampaikan keluhan dan memperoleh informasi hukum secara langsung.
Pesan Tegas Kajati: Jangan Ada Transaksional
Sila Pulungan mengingatkan agar seluruh jajaran menjaga profesionalisme dan integritas. "Tolong dijaga profesionalisme, integritas, dan jangan transaksional dalam penanganan perkara maupun dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat," ujarnya. Ia menambahkan, penegakan hukum harus menjaga kondusivitas daerah dan mendukung program pembangunan.
Meski menilai fasilitas kantor sudah bagus, Sila Pulungan memberi perhatian khusus pada pengelolaan aset, kebersihan, dan efisiensi lingkungan kerja. Ia meminta capaian kinerja ditingkatkan menghadapi sisa tahun anggaran.
Asisten Pembinaan: Pelaporan Bulanan Peringkat 11, Tapi Data Harus Lengkap
Asisten Pembinaan Abdillah mengapresiasi kedisiplinan pelaporan bulanan Kejari Jeneponto yang berada di peringkat 11. Namun, ia meminta operator rutin memasukkan data ke aplikasi CMS dan MySimkari. "Segera lengkapi pelaporan hibah dan pastikan keterisian data secara lengkap," katanya.
Intelijen Diminta Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat
Asisten Intelijen Ferizal memberikan instruksi khusus kepada jajaran intelijen Kejari Jeneponto. Ia meminta koordinasi diperkuat dengan pemerintah daerah, instansi vertikal, hingga tokoh masyarakat. Sinergi itu dinilai krusial untuk menjaga situasi kondusif di tengah proses penegakan hukum.