SULAWESI SELATAN — Pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan eksternal yang masih kuat. Mayoritas mata uang Asia juga kompak tertekan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menjadi yang paling lemah dengan pelemahan 0,74 persen, disusul baht Thailand minus 0,18 persen, dolar Singapura minus 0,09 persen, dan yen Jepang minus 0,08 persen. Rupee India melemah 0,04 persen, sementara yuan Cina turun tipis 0,01 persen.
Apa yang Mendorong Pelemahan Lebih Dalam?
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan, meredanya kekhawatiran pasar global setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menunda rencana serangan terhadap Iran menjadi salah satu sentimen. Namun, pelaku pasar tetap mencermati kondisi domestik yang dinilai masih lemah.
"Rupiah masih berpotensi menguat meski terbatas," ujar Lukman. Menurutnya, investor saat ini cenderung wait and see sembari menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
Ekspektasi Pasar terhadap Suku Bunga BI
Pasar memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan dalam RDG mendatang. Langkah itu dinilai perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih deras.
Ekspektasi kenaikan bunga tersebut, menurut Lukman, membuat pelaku pasar berhati-hati dalam mengambil posisi. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.600 hingga Rp 17.700 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Berapa Kerugian Investor Jika Memegang Rupiah?
Sepanjang tahun ini, nilai tukar rupiah sudah kehilangan 6,25 persen terhadap dolar AS. Artinya, bagi investor yang memegang aset dalam denominasi rupiah, nilai portofolionya tergerus setara dengan persentase tersebut jika dikonversi ke dolar. Kondisi ini biasanya mendorong investor asing untuk melepas aset di pasar keuangan domestik dan beralih ke dolar AS.
Bagi pelaku bisnis yang memiliki utang dalam dolar AS atau ketergantungan pada impor, pelemahan rupiah ini langsung membengkakkan biaya operasional. Sementara bagi eksportir, depresiasi rupiah justru menguntungkan karena penerimaan dalam dolar AS menjadi lebih besar saat dikonversi ke rupiah.