BONE — Pemerintah Kabupaten Bone melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda memastikan distribusi hewan kurban Iduladha 1446 Hijriah tahun ini menyasar kelompok yang jarang tersentuh. Dari total 46 ekor sapi yang disalurkan, sebagian diberikan kepada petugas kebersihan atau cleaning service lingkup Pemkab Bone.
Kepala Bagian Kesra Setda Bone, Andi Fajarwaty, mengatakan pemilihan penerima kurban didasarkan pada prinsip keadilan dan pemerataan. Ia menyebut petugas cleaning service selama ini kerap luput dari perhatian dalam pembagian hewan kurban di lingkungan pemerintahan.
"Kami ingin memastikan bahwa tidak hanya ASN dan pejabat yang menikmati daging kurban. Petugas cleaning service, pesantren, dan masyarakat kurang mampu juga menjadi prioritas," ujar Andi Fajarwaty dalam keterangan yang diterima, Senin (16/6).
Dari 46 ekor sapi yang disiapkan, sebanyak 17 ekor dialokasikan khusus untuk pondok pesantren di wilayah Kabupaten Bone. Sisanya dibagikan ke sejumlah kelurahan dan instansi yang telah mendata penerima dari kalangan kurang mampu.
Proses pemotongan hewan kurban dilakukan secara bertahap di hari raya dan hari tasyrik. Pemkab Bone juga mengerahkan tim dari Dinas Peternakan untuk memeriksa kesehatan hewan sebelum dipotong.
Setiap sapi yang dipotong langsung didistribusikan dalam bentuk daging segar ke titik-titik yang sudah ditentukan. Pemerintah daerah memastikan tidak ada daging kurban yang dijual atau dialihfungsikan. Pendistribusian dilakukan oleh petugas Bagian Kesra bersama perangkat kelurahan setempat.
Andi Fajarwaty menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan pengurus masjid dan pengelola pondok pesantren untuk memastikan daging kurban tepat sasaran. "Kami minta laporan penerimaan dari setiap titik agar transparan," katanya.
Pada Iduladha sebelumnya, Pemkab Bone lebih banyak menyalurkan hewan kurban ke lingkungan ASN dan kelurahan tertentu. Tahun ini, perluasan sasaran ke cleaning service dan pesantren menjadi pembeda utama. Jumlah hewan kurban juga meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 38 ekor.
Pemkab Bone berharap pola distribusi ini bisa menjadi contoh bagi instansi lain di Sulawesi Selatan dalam menyalurkan bantuan kurban secara lebih merata.