MAKASSAR — Bawaslu Sulsel tak hanya bekerja sendiri. Lembaga pengawas pemilu itu kini menggandeng kampus sebagai benteng menjaga integritas demokrasi, terutama saat masa nontahapan pemilu.
Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan Mardiana Rusli menegaskan bahwa kampus adalah mitra strategis. “Suatu kebanggaan bagi kami dapat menerima Kuliah Tamu dari Universitas Bosowa. Konsen Bawaslu dalam nontahapan menempatkan kampus sebagai mitra strategis dalam membangun pengawasan partisipatif dan pendidikan demokrasi,” ujarnya di Makassar, Kamis.
Apa Saja yang Dihasilkan dari Kerja Sama Ini?
MoU ini bukan sekadar seremoni. Mahasiswa Universitas Bosowa, menurut Mardiana, kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar Bawaslu. Mereka bisa terlibat dalam berbagai program, mulai dari kuliah tamu, mata kuliah kepemiluan, hingga magang langsung di kantor Bawaslu.
“Bawaslu menjadi inkubator ruang yang menarik untuk menerapkan keilmuan hukum karena banyak praktik penanganan pelanggaran yang dapat dipelajari secara langsung,” jelas Mardiana.
Ia juga berharap mahasiswa Unibos aktif dalam debat mahasiswa yang rutin digelar Bawaslu RI. Langkah ini dinilai penting untuk membangun kesadaran politik sejak dini.
Mengapa Kampus Jadi Sasaran Strategis Bawaslu?
Di tengah derasnya arus informasi digital, netralitas dan integritas pemilu menghadapi tantangan baru. Hoaks dan politisasi identitas kerap menyasar generasi muda. Bawaslu menilai kampus adalah ruang paling efektif untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi yang sehat.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Bosowa, Prof Yulia A, menyambut baik kerja sama ini. “Kami berharap melalui kegiatan ini terdapat variasi minat mahasiswa, tidak hanya pada hukum perdata dan tata negara, tetapi juga hukum kepemiluan dan praktik pengawasan demokrasi,” ujarnya.
Bagaimana Mahasiswa Bisa Terlibat Langsung?
Penerapan kurikulum Outcome Based Education (OBE) di Unibos membuka peluang belajar di luar kampus. Mahasiswa tak hanya duduk di kelas, tetapi bisa memilih lingkungan pembelajaran di lembaga pemerintah seperti Bawaslu.
“Kasus-kasus kepemiluan yang berkembang dapat menjadi bahan kajian akademik bagi mahasiswa,” tambah Prof Yulia.
Bawaslu Sulsel sebelumnya telah menjalin kolaborasi serupa dengan sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi Selatan. Program magang dan kuliah tamu menjadi andalan untuk mencetak generasi yang melek pengawasan pemilu.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi, terutama menjelang Pemilu 2029 mendatang.