SULAWESI SELATAN — Manajemen Macan Kemayoran memutuskan tidak memperpanjang kontrak Mauricio Souza setelah target juara musim ini gagal tercapai. Souza sebenarnya membawa Persija finis kompetitif dengan 71 poin dari 22 kemenangan, lima imbang, dan tujuh kekalahan. Namun ambisi klub menghadapi musim depan yang diprediksi lebih ketat memaksa kursi pelatih diisi figur baru.
Shin Tae-yong: Proyek Ambisius dengan Reputasi Garuda
Nama Shin Tae-yong menjadi kandidat paling menyita perhatian. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu memiliki rekam jejak disiplin dan berani mempromosikan pemain muda — karakter yang dinilai cocok dengan proyek jangka panjang Persija yang kaya talenta potensial.
STY baru keluar dari Ulsan HD pada Oktober 2025 setelah melatih sejak Agustus 2025. Hasil kurang memuaskan di klub Korea Selatan itu membuatnya kembali tersedia. Jika Persija serius, nilai kontrak dan kebutuhan teknis tinggi bakal menjadi tantangan utama.
Thomas Doll: Opsi Realistis yang Sudah Kenal Kultur Persija
Thomas Doll bukan nama baru di Persija. Pelatih asal Jerman itu pernah menangani Macan Kemayoran sebelum berpisah pada Juni 2024. Ia dikenal mampu membangun identitas permainan agresif dan terstruktur, serta paham tekanan besar dari suporter Jakmania.
Keuntungan utama jika Persija kembali ke Thomas Doll adalah adaptasi instan — ia sudah hafal karakter pemain dan dinamika internal klub. Namun manajemen harus memastikan masalah yang menyebabkan perpisahan sebelumnya tidak terulang.
Persija Butuh Keputusan Cepat Sebelum Musim Depan
Dengan kompetisi musim depan yang diprediksi lebih ketat, Persija harus bergerak cepat menentukan pengganti Mauricio Souza. Dua nama lain yang juga masuk radar belum diungkap publik, namun Shin Tae-yong dan Thomas Doll menjadi pilihan paling realistis saat ini.
Keputusan akhir ada di tangan manajemen Macan Kemayoran. Apakah memilih proyek ambisius STY atau kembali ke figur teruji seperti Thomas Doll, keduanya sama-sama memiliki risiko dan kelebihan masing-masing.