MAKASSAR — Andi Winarno Eka Putra menempatkan penguatan karakter dan perlindungan remaja sebagai bagian dari kerja Pemprov Sulsel, bukan program seremonial semata. Dukungan itu diwujudkan lewat sinergi antara pemerintah daerah, keluarga, sekolah, komunitas, dan para pemangku kepentingan.
Menurutnya, setiap kebijakan dan bentuk pendampingan harus memberi arah sekaligus ruang bagi remaja mengembangkan kapasitas diri. Ia menilai fase remaja adalah titik yang menentukan arah kehidupan seseorang.
Peran Keluarga dan Guru Dinilai Jadi Fondasi yang Tak Terlihat
Andi Winarno menyoroti kontribusi keluarga, guru, pendamping, dan fasilitator dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, kerja mereka jarang tampak di ruang publik.
Meski begitu, peran tersebut menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya kepercayaan diri dan kemampuan remaja. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para mitra dan sponsor yang mendukung pelaksanaan program pengembangan remaja.
Literasi dan Informasi Benar Jadi Kunci di Tengah Arus Perubahan Cepat
Perubahan informasi dan pengaruh lingkungan yang semakin cepat menuntut pendampingan berkelanjutan. Andi Winarno menilai remaja tidak cukup hanya diberi larangan atau imbauan.
Mereka perlu dibekali pemahaman dan bimbingan yang tepat. Ketika literasi remaja baik, akses terhadap informasi benar terbuka, dan lingkungan mendukung, potensi mereka dapat berkembang menjadi kekuatan yang mendorong lahirnya prestasi.
Ayah Genren dan Keberlanjutan Program Genre
Dalam kegiatan itu, Andi Winarno menegaskan komitmennya menjalankan amanah sebagai Ayah Genren. Peran tersebut, katanya, bukan sekadar simbol.
Ia menyebutnya sebagai bentuk tanggung jawab untuk memastikan keberlanjutan program Genre melalui kerja bersama pemerintah daerah, keluarga, sekolah, komunitas, dan para mitra.
Kegiatan Puncak Cita Askara Adujak Genre Sulawesi Selatan 2026 menjadi ajang penutup rangkaian pembinaan remaja di provinsi tersebut. Pemprov Sulsel berharap kolaborasi yang sudah terbangun tetap berjalan setelah acara selesai.