Pencarian

Pemkab Kupang Siapkan Rp5 Miliar untuk Kampung Adat Amfoang 2027

Senin, 02 November 2026 • 16:35:31 WIB
Pemkab Kupang Siapkan Rp5 Miliar untuk Kampung Adat Amfoang 2027
Pemkab Kupang mengalokasikan Rp5 miliar untuk pengembangan kampung adat di Amfoang sebagai destinasi wisata budaya pada 2027.

SULAWESI SELATAN — Pemerintah Kabupaten Kupang mengalokasikan Rp5 miliar untuk mengembangkan kampung adat di kawasan Amfoang sebagai destinasi wisata berbasis budaya pada 2027. Kawasan pegunungan di Timor Barat ini dinilai punya kekayaan alam dan tradisi yang belum banyak tersentuh wisatawan. Anggaran itu menyusul upaya pemulihan pariwisata NTT pascagempa 7,7 M pada Agustus 2026.

Bupati Kupang Yosef Lede menyatakan pemkab sudah meninjau sejumlah lokasi potensial di Amfoang sebelum menetapkan alokasi dana. Peninjauan mencakup kesiapan lahan, akses jalan, serta keterlibatan warga adat setempat.

Amfoang sendiri bukan nama satu desa, melainkan wilayah luas di bagian utara Kabupaten Kupang yang terbagi menjadi beberapa kecamatan, termasuk Amfoang Utara. Medannya berbukit dan berjarak cukup jauh dari Kota Kupang.

Mengapa Amfoang Dipilih

Yosef menempatkan kekayaan alam dan budaya sebagai alasan utama. Menurutnya, kampung adat bisa menjadi pintu masuk bagi wisatawan yang ingin melihat langsung kehidupan tradisional di pedalaman Timor.

"Amfoang memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Kita ingin mengembangkan kampung adat sebagai destinasi wisata agar semakin banyak orang datang berkunjung," kata Yosef, dikutip dari Antara, Senin (2/11/2026).

Ia menambahkan, pengembangan ini diarahkan agar warga ikut meraup manfaat ekonomi lewat usaha lokal dan aktivitas pariwisata yang tumbuh di sekitar destinasi.

Jalan Gunung Timau dan Kesiapan Infrastruktur

Rencana 2027 tidak berhenti di kampung adat. Pemkab Kupang juga menjadwalkan pembangunan jalan menuju Amfoang Utara melalui kawasan Gunung Timau.

Pembukaan akses ini krusial. Tanpa jalan yang layak, promosi destinasi budaya di Amfoang akan sulit berjalan karena waktu tempuh dari kota menjadi penghambat utama.

Yosef menyebut pembangunan lintas sektor di Kabupaten Kupang butuh kolaborasi pemerintah kabupaten, provinsi, pusat, dan DPR RI. Sinergi itu dinilai perlu untuk mempercepat infrastruktur sekaligus menaikkan kesejahteraan warga di wilayah dengan tantangan geografis tersebut.

Bantuan Pertanian di Amfoang Raya

Dalam kegiatan yang sama, Pemkab Kupang menyalurkan bantuan benih padi, benih jagung, dan pupuk kepada kelompok tani di Amfoang Raya. Data kegiatan mencatat total bantuan benih mencapai 10 ton, ditambah pupuk 500 kilogram.

Bantuan ini menandakan pendekatan pemkab tidak tunggal. Pariwisata disiapkan berjalan berdampingan dengan penguatan sektor pertanian yang menjadi tumpuan hidup sebagian besar warga Amfoang.

Catatan dari DPR RI

Anggota DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat menyoroti cara pengelolaan potensi NTT, khususnya di Kabupaten Kupang. Menurutnya, sumber daya alam perlu diolah lebih produktif dan berkelanjutan.

Viktor menegaskan pembangunan tidak cukup bergantung pada ketersediaan anggaran. Pengetahuan dan keterampilan masyarakat dinilai sama pentingnya.

"Dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, masyarakat diharapkan mampu mengolah potensi yang tersedia menjadi kegiatan ekonomi produktif dan meningkatkan pendapatan keluarga," ujarnya.

Yang Perlu Diketahui Calon Pengunjung

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal tarif masuk, jam operasional, atau paket kunjungan kampung adat Amfoang. Informasi tersebut baru akan tersedia mendekati realisasi program pada 2027.

Traveler yang hendak menyusun rencana bisa memantau kanal Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang dan pemerintah provinsi NTT. Untuk rute darat dari Kota Kupang menuju Amfoang, konfirmasi kondisi jalan terkini perlu dilakukan karena sebagian ruas masih menunggu pembangunan via Gunung Timau.

Bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya di luar Bali dan Labuan Bajo, Amfoang menjanjikan lanskap pegunungan Timor yang keras sekaligus tradisi kampung yang masih hidup. Siapkan waktu kunjungan lebih panjang dan pantau pengumuman resmi sebelum berangkat.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks