SULAWESI SELATAN — Angka yang diproyeksikan tidak kecil. Studi tersebut memperkirakan insentif ini mampu menopang rata-rata 143.500 lapangan kerja penuh waktu per tahun di seluruh Amerika Serikat, dengan tambahan pendapatan tenaga kerja mencapai 133,1 miliar dolar AS sepanjang 2027 hingga 2035.
Kontribusi nilai tambah bruto dari kebijakan ini diprediksi menyentuh 249,1 miliar dolar AS. Belanja produksi tambahan yang dihasilkan diperkirakan mencapai 125,3 miliar dolar AS, termasuk potensi menarik produksi internasional masuk ke pasar AS.
Isi Proposal Kredit Pajak yang Didorong
Rancangan legislasi yang tengah disusun mengusulkan kredit pajak yang dapat dialihkan sebesar 20 persen. Ada tambahan 5 persen untuk biaya tenaga kerja di wilayah yang ditetapkan sebagai daerah bencana oleh FEMA, serta 5 persen lagi bagi perusahaan produksi independen.
Ambang batas belanja minimum ditetapkan 1 juta dolar AS. Skema ini dirancang bisa "ditumpuk" dengan insentif pajak tingkat negara bagian yang sudah berjalan, sebagai upaya menahan laju produksi yang pindah ke luar negeri.
Mengapa Insentif Ini Digenjot Sekarang
Dorongan mempercepat pembahasan muncul setelah Presiden Donald Trump secara mengejutkan menyatakan dukungan lewat unggahan media sosial pada Agustus lalu. Pernyataan itu keluar usai pertemuannya dengan Jon Voight, yang berperan sebagai duta khusus Hollywood.
Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Laura Friedman, menyoroti ketertinggalan AS dibanding negara lain. "Enam puluh lima negara telah memutuskan bahwa produksi film dan televisi layak diperebutkan. Amerika Serikat belum, dan terlalu banyak warga Amerika yang kehilangan pekerjaan karenanya," ujarnya.
Friedman menambahkan bahwa setiap produksi yang pindah ke luar negeri turut membawa serta pekerja listrik, tukang kayu, sopir, dan pendapatan usaha kecil. "Kredit pajak film nasional adalah solusi bipartisan yang masuk akal, dan saya akan terus bekerja untuk mewujudkannya," katanya.
Dukungan dari Serikat Pekerja dan Studio
Direktur Eksekutif Nasional DGA, Russell Hollander, menyebut insentif pajak federal yang bisa ditumpuk sebagai hal krusial. Menurutnya, kebijakan ini penting agar Amerika Serikat tetap kompetitif sebagai pasar produksi, dan DGA telah berdiskusi dengan para pemimpin di Washington untuk mendorongnya lewat legislasi.
Pemimpin International Brotherhood of Teamsters, Sean M. O'Brien, menyatakan sikap tegas organisasinya. "Amerika seharusnya memproduksi film Amerika. Dan pekerja Amerika yang seharusnya mengerjakannya," ujarnya.
O'Brien menegaskan dukungan legislasi ini membutuhkan sokongan bipartisan. "Teamsters akan agresif mendukung legislasi yang berpihak pada pekerja Amerika dan membantu membawa produksi kembali ke rumah," katanya.
Ketua dan CEO MPA, Charles Rivkin, menyebut insentif federal sebagai game changer bagi industri. Ia menilai studi ini menunjukkan peluang membawa lebih banyak kesempatan bagi masyarakat di 50 negara bagian yang menghidupkan cerita-cerita besar, mulai dari pemain dan kru, pembangun set, pekerja konstruksi, sopir truk, hingga katering.
Proyeksi Tanpa Insentif: Pangsa Produksi AS Menyusut
Tanpa adanya insentif, studi memperkirakan pangsa lokasi produksi AS terus menurun bertahap seperti tren beberapa tahun terakhir. Angkanya diproyeksikan hanya mencapai 25 persen untuk film dan 29 persen untuk televisi pada 2035.
Dengan insentif, pangsa AS diasumsikan naik ke 65 persen, dengan capaian itu diraih pada 2030 untuk film dan 2032 untuk televisi, lalu bertahan di level tersebut. Studi ini menggunakan data pihak ketiga, termasuk dari ProdPro, Congressional Budget Office, Bureau of Labor Statistics, FilmLA, dan MPA.
Koalisi baru ini beranggotakan Voight, DGA, PGA, SAG-AFTRA, WGA West dan East, IATSE, IBT, Association of Talent Agents, CreativeFuture, Coalition for American Production, FilmUSA, dan sejumlah kelompok industri lainnya.
Harapan awal adalah memperkenalkan rancangan undang-undang bulan ini. Namun waktu menjadi kendala karena tinggal sedikit hari tersisa di sesi legislatif sebelum pemilu tengah masa jabatan, sehingga urgensi pembahasan semakin terasa.