SULAWESI SELATAN — Luciano Leandro angkat bicara soal arah pembangunan Timnas Indonesia U-20 menjelang putaran final Piala Asia U-20 2027 di China, 24 Maret hingga 10 April 2027. Menurutnya, Garuda Muda sudah memperlihatkan kapasitas bersaing di level Asia tanpa harus bergantung pada tambahan pemain naturalisasi.
Penilaian itu merujuk pada perjalanan Indonesia di babak kualifikasi, termasuk kemenangan 2-0 atas Australia. Hasil tersebut membawa skuad muda Merah Putih menjuarai Grup H dan menyegel tiket ke putaran final.
Kemenangan atas Australia Jadi Tolok Ukur
Bagi Luciano, duel melawan Australia adalah indikator penting. Tim lawan dikenal punya kekuatan fisik dan pengalaman yang lebih matang, tetapi pemain muda Indonesia mampu mengimbangi dan menutup laga dengan kemenangan dua gol tanpa balas.
"Kemenangan 2-0 atas Australia menunjukkan pemain-pemain muda Indonesia mampu bersaing dengan tim yang secara fisik dan pengalaman cukup kuat. Ini menjadi modal yang sangat positif menuju Piala Asia U-20 2027," ujar Luciano kepada Bola.com, Sabtu (12/9/2026).
Dari situ, ia menilai Timnas Indonesia U-20 tidak perlu memposisikan pemain naturalisasi atau keturunan sebagai target wajib. Menurutnya, skuad saat ini sudah memiliki potensi yang sangat baik.
Pintu Pemain Keturunan Tetap Terbuka, tapi dengan Syarat
Luciano tidak menutup rapat peluang penambahan pemain keturunan. Opsi itu menurutnya tetap layak dipertimbangkan bila tim pelatih menemukan kebutuhan spesifik di posisi tertentu.
"Namun, kalau nanti tim pelatih menemukan posisi tertentu yang memang membutuhkan tambahan kualitas dan ada pemain keturunan yang benar-benar memenuhi kebutuhan tersebut, tentu harus dipertimbangkan," kata Luciano.
Prinsip yang ia tekankan adalah kualitas, bukan popularitas. Perekrutan pemain keturunan tidak boleh dilakukan hanya karena nama besar, melainkan karena kemampuan nyata untuk mengangkat performa tim.
"Prinsipnya bukan mencari pemain naturalisasi hanya karena namanya besar, tetapi mencari pemain yang benar-benar bisa meningkatkan kualitas tim. Saya lebih memilih quality over quantity," ujar Luciano.
Ia menyebut satu atau dua pemain berkualitas tinggi yang memahami sepak bola Indonesia dan punya mental kompetitif bisa menjadi tambahan positif. Syaratnya, mereka bisa langsung memberi kontribusi, bukan sekadar melengkapi daftar pemain.
Pembinaan Pemain Lokal Tetap Fondasi
Luciano mengingatkan agar kedatangan amunisi baru tidak menghambat perkembangan pemain lokal yang telah berjuang membawa Garuda Muda lolos ke Piala Asia. Pembinaan talenta muda tetap harus menjadi fondasi utama.
Fokus Nova Arianto menurutnya adalah mempertahankan core team sambil meningkatkan kualitas taktik, fisik, mental, dan pengalaman pemain menghadapi tim-tim Asia dengan level berbeda.
"Jadi jawaban saya: skuad saat ini sudah memiliki modal yang cukup untuk bersaing, tetapi pintu untuk pemain keturunan berkualitas tetap boleh terbuka jika memang ada kebutuhan spesifik," ucap Luciano.
Ia menutup dengan penegasan soal identitas: asal-usul pemain bukan faktor utama. Yang menentukan adalah apakah seorang pemain benar-benar punya kualitas untuk membuat Timnas Indonesia U-20 menjadi lebih kuat.
Piala Asia U-20 2027 di China menjadi panggung pembuktian bagi skuad asuhan Nova Arianto. Dengan tiket putaran final sudah di tangan, perdebatan soal komposisi pemain akan terus bergulir hingga waktu kick-off mendekat.