Pencarian

Bentrokan di SPIDI Maros, 700 Siswa Terdampak dan Belajar Dialihkan ke Daring

Jumat, 11 September 2026 • 06:32:01 WIB
Bentrokan di SPIDI Maros, 700 Siswa Terdampak dan Belajar Dialihkan ke Daring
Orang tua siswa berjaga di depan pintu kelas saat bentrokan di kawasan SPIDI Maros.

MAROS — Bentrokan di kawasan Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) Maros, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dipicu pendudukan lahan sekolah oleh massa Pondok Pesantren Darul Istiqamah. Aksi saling dorong dan adu mulut antara orang tua siswa dan massa ponpes berlangsung sekitar sejam sebelum polisi turun menenangkan kedua pihak.

Kericuhan terjadi saat siswa masih menjalani proses belajar mengajar di dalam kelas. Sejumlah orang tua berjaga di depan pintu, sementara massa dari ponpes diduga menduduki paksa lahan sekolah.

"Hei, kenapa kalian masuk, kenapa kalian masuk. Jangan masuk," teriak salah satu orang tua santri kepada pihak Pesantren Darul Istiqamah di lokasi.

Pendudukan Lahan Berlangsung Sejak Jumat

Tim Marcom atau Humas SPIDI Maros, Minar, menjelaskan bentrokan bermula dari aksi kubu ponpes yang menerobos dan menduduki kawasan SPIDI sejak Jumat (4/9) sore. Sejumlah fasilitas sekolah dijadikan tempat beraktivitas massa.

"Mereka masuk dan menduduki secara paksa lingkungan sekolah, melakukan aktivitas seperti memasang tenda, menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada di dalam kelas," kata Minar kepada detikSulsel, Rabu (9/9).

Menurut Minar, persoalan awal muncul dari pemasangan garis polisi atau police line di depan area portal sekolah yang terkait perkara sengketa lahan. Pihak Darul Istiqamah disebut marah karena police line dipasang di titik tersebut.

"Awal masalahnya itu dari adanya pemasangan police line di depan portal. Pihak Darul Istiqamah ini marah karena dipasangkan police line di situ," ucapnya.

Ratusan Siswa Belajar Dialihkan ke Daring

Dampak pendudukan lahan membuat kelas-kelas di bagian depan tidak bisa terpakai. Minar menyebut proses belajar mengajar ratusan siswa terganggu sejak massa ponpes menerobos lahan.

"Karena kelas-kelas yang mereka duduki di depan itu tidak bisa terpakai, beberapa anak dialihkan untuk belajar online. Namun kalau ada yang mau sekolah offline, kita tetap buka," beber Minar.

Total ada sekitar 700 siswa dari berbagai jenjang di kawasan SPIDI Maros yang terdampak. Tingkat Daycare, PAUD, hingga SD sekitar 200-an siswa, sedangkan tingkat SMP dan SMA boarding sekitar 500-an siswa.

"Orang tua siswa protes karena mereka mengkhawatirkan ada intimidasi. Anak-anak jadi tidak bisa belajar dengan aman di sekolah," ungkap Minar.

Kebijakan pengalihan pembelajaran ke daring dilakukan atas koordinasi dengan orang tua siswa dengan mempertimbangkan keamanan pelajar. Kericuhan sempat terjadi dua kali setelah kedua pihak saling provokasi sebelum polisi menenangkan massa.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks