Pencarian

152 Siswa 2 SMP di Tana Toraja Keracunan hingga Dirawat di RS, Bupati Turun Tangan Pantau Kesehatan Korban

Jumat, 04 September 2026 • 08:36:01 WIB
152 Siswa 2 SMP di Tana Toraja Keracunan hingga Dirawat di RS, Bupati Turun Tangan Pantau Kesehatan Korban
siswa dan guru dari dua SMP di Makale, Tana Toraja, dirawat di tiga rumah sakit setelah diduga keracunan makanan.

Sebanyak 152 siswa dan guru dari SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan makanan dengan gejala mual, pusing, dan diare. Bupati Tana Toraja Sandrak Tombeq menyatakan pihaknya kini memprioritaskan pemulihan kesehatan para korban yang tersebar di tiga rumah sakit.

MAKALE — Ratusan orang terdiri dari siswa dan guru di Kabupaten Tana Toraja harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit usai diduga keracunan makanan. Peristiwa ini terjadi di lingkungan SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale dan membuat pemerintah daerah bergerak cepat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tana Toraja, total pasien yang tercatat mencapai 152 orang. Mereka tersebar di tiga fasilitas kesehatan, dengan rincian 77 orang dirawat di RSUD Lakipadada, 46 orang di RS Sinar Kasih, dan 29 orang di RS Fatima.

Respons Bupati: Fokus pada Pemulihan Korban

Bupati Tana Toraja Sandrak Tombeq menegaskan instruksinya kepada jajaran pemerintah daerah untuk tidak terpecah fokus pada hal lain di luar penanganan kesehatan para siswa. "Kita sekarang ini fokus utama bagaimana korban ini kami tangani dan sehat. Itu fokus kami sekarang," ujarnya melalui keterangan video yang dikonfirmasi di Makassar, Kamis.

Orang nomor satu di Tana Toraja itu bahkan telah turun langsung memantau kondisi para korban di rumah sakit. Ia menyebut sebagian besar pasien menunjukkan perkembangan positif. "Saya sudah dari IGD, ruang rawat inap ada beberapa saya lihat sudah membaik, bahkan sudah ada yang senyum-senyum," katanya di RSUD Lakipadada.

Didominasi Gangguan Perut dan Pencernaan

Direktur Umum RSUD Lakipadada, Dokter Bed Bassang, memaparkan keluhan utama yang diterima tim medis saat pasien tiba di instalasi gawat darurat. Hampir seluruh pasien mengeluhkan gangguan di bagian perut dan pencernaan hingga mengalami diare.

"Kami lihat saat penanganan di IGD itu semua keluhan berada di perut. Kemudian untuk penanganannya sudah dilakukan dokter kami, untuk kondisi kritis seperti itu," jelasnya.

Tim dokter dan perawat di tiga rumah sakit disebut telah memberikan tindakan medis yang diperlukan untuk menstabilkan kondisi para siswa dan guru yang terdampak.

Penyelidikan Epidemiologi dan Evaluasi Menu MBG

Setelah memastikan penanganan kesehatan berjalan, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja kini mengarahkan perhatian pada penyelidikan sumber keracunan. Tim kesehatan telah diterjunkan untuk melaksanakan penyelidikan epidemiologi guna memastikan penyebab pasti di balik insiden yang menimpa belasan lusin siswa tersebut.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan disebut terus berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit yang merawat siswa. Pemerintah kabupaten juga berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut.

Evaluasi ini menjadi langkah penting untuk mengusut tuntas apakah keracunan massal yang terjadi berkaitan dengan asupan makanan yang diterima para siswa, sekaligus menjadi bahan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayahnya.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks