TORAJA UTARA — Panen raya jagung di tengah kemarau panjang menjadi bukti nyata dampak perubahan cuaca terhadap sektor pertanian. Di lahan seluas sekitar satu hektare milik Gaga Baek Salurante Danduru, hasil panen hanya mencapai 1,2 ton, jauh dari produksi normal petani setempat yang bisa menyentuh angka 2 ton per hektare.
Gaga mengungkapkan, penurunan hasil panen ini hampir separuh dari kondisi normal. "Biasanya bisa sampai 2 ton per hektare, sekarang karena kemarau panjang hasilnya hanya sekitar 1,2 ton," ujarnya.
Polisi Dampingi Petani Sejak Penanaman
Di tengah tekanan kemarau, Polsek Sanggalangi hadir memberikan pendampingan langsung kepada Kelompok Tani Pa' Kampa. Kapolsek Sanggalangi Iptu Daniel, SE SH, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
Bhabinkamtibmas Polsek Sanggalangi Bripka Muhammad Jufri Lisaw menyebut pendampingan dilakukan sejak proses penanaman hingga panen. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah petani untuk memastikan setiap persoalan di lapangan bisa dikomunikasikan dan dicarikan solusinya.
Modal Pribadi Bripka Jufri Capai Rp 2,5 Juta
Bripka Jufri Lisaw bahkan turun tangan memodali kebutuhan awal penanaman. Estimasi biaya untuk bibit jagung, pestisida, dan kebutuhan lainnya mencapai Rp 2,5 juta yang dikeluarkan secara pribadi olehnya.
Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian bersama Kepala Lembang membahas sejumlah hal krusial. Distribusi hasil panen serta ketersediaan pupuk untuk musim tanam berikutnya menjadi topik utama yang dibicarakan.
Imbauan Antisipasi Karhutla di Musim Kemarau
Kemarau panjang tidak hanya mengancam produksi pangan, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Jufri mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan titik api di sekitar area pertanian maupun pemukiman. Imbauan ini disampaikan menyusul kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar.
Panen raya tersebut turut dihadiri Kepala Lembang Misa' Ba'bana Gaga Baek Salurante Danduru, penyuluh pertanian Yohanis Tangke Batu, serta anggota Kelompok Tani Pa' Kampa. Jufri berpesan agar warga menjaga keamanan hasil panen dan tetap menjaga kerukunan setelah masa panen usai.