Pencarian

Kemarau Panjang di Toraja Utara Anjlokkan Produksi Jagung Jadi 1,2 Ton per Hektare, Polisi Turun Tangan

Senin, 07 September 2026 • 19:47:01 WIB
Kemarau Panjang di Toraja Utara Anjlokkan Produksi Jagung Jadi 1,2 Ton per Hektare, Polisi Turun Tangan
Panen jagung di lahan satu hektare milik petani di Toraja Utara hanya mencapai 1,2 ton akibat kemarau panjang.

TORAJA UTARA — Panen raya jagung di tengah kemarau panjang menjadi bukti nyata dampak perubahan cuaca terhadap sektor pertanian. Di lahan seluas sekitar satu hektare milik Gaga Baek Salurante Danduru, hasil panen hanya mencapai 1,2 ton, jauh dari produksi normal petani setempat yang bisa menyentuh angka 2 ton per hektare.

Gaga mengungkapkan, penurunan hasil panen ini hampir separuh dari kondisi normal. "Biasanya bisa sampai 2 ton per hektare, sekarang karena kemarau panjang hasilnya hanya sekitar 1,2 ton," ujarnya.

Polisi Dampingi Petani Sejak Penanaman

Di tengah tekanan kemarau, Polsek Sanggalangi hadir memberikan pendampingan langsung kepada Kelompok Tani Pa' Kampa. Kapolsek Sanggalangi Iptu Daniel, SE SH, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.

Bhabinkamtibmas Polsek Sanggalangi Bripka Muhammad Jufri Lisaw menyebut pendampingan dilakukan sejak proses penanaman hingga panen. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah petani untuk memastikan setiap persoalan di lapangan bisa dikomunikasikan dan dicarikan solusinya.

Modal Pribadi Bripka Jufri Capai Rp 2,5 Juta

Bripka Jufri Lisaw bahkan turun tangan memodali kebutuhan awal penanaman. Estimasi biaya untuk bibit jagung, pestisida, dan kebutuhan lainnya mencapai Rp 2,5 juta yang dikeluarkan secara pribadi olehnya.

Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian bersama Kepala Lembang membahas sejumlah hal krusial. Distribusi hasil panen serta ketersediaan pupuk untuk musim tanam berikutnya menjadi topik utama yang dibicarakan.

Imbauan Antisipasi Karhutla di Musim Kemarau

Kemarau panjang tidak hanya mengancam produksi pangan, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Jufri mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan titik api di sekitar area pertanian maupun pemukiman. Imbauan ini disampaikan menyusul kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar.

Panen raya tersebut turut dihadiri Kepala Lembang Misa' Ba'bana Gaga Baek Salurante Danduru, penyuluh pertanian Yohanis Tangke Batu, serta anggota Kelompok Tani Pa' Kampa. Jufri berpesan agar warga menjaga keamanan hasil panen dan tetap menjaga kerukunan setelah masa panen usai.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tekape.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks