MAKASSAR — Firman Setiawan resmi memimpin Pengurus Kota Porserosi Makassar untuk masa bakti 2026–2030. Pelantikan berlangsung di Hotel Ibis Losari, Senin (24/8), dan ditandai dengan penyerahan bendera pataka oleh Wakil Ketua Porserosi Sulawesi Selatan, M. Iqbal Fachruddin.
Kepengurusan baru ini tidak hanya disibukkan dengan konsolidasi internal. Firman Setiawan langsung merancang agenda strategis yang terbagi dalam tiga fase, dari penguatan fondasi organisasi hingga pemenuhan sarana prasarana berstandar nasional.
Dukungan dari Provinsi dan Pemkot Makassar
M. Iqbal Fachruddin mengapresiasi langkah cepat jajaran pengurus baru dalam melakukan konsolidasi. Ia menilai sinergi antara kepengurusan provinsi dan kota menjadi kunci untuk memberikan kepastian dukungan bagi pengembangan cabang olahraga sepatu roda.
"Pengurus provinsi yang telah terbentuk siap memberikan dukungan yang lebih jelas dan terarah. Harapan kami, kekompakan tetap terjaga dan agenda pertandingan terus berjalan secara konsisten," ujar M. Iqbal Fachruddin.
Dukungan serupa datang dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Makassar. Perwakilan Dispora, Muh. Zein Zico Andi Lolo, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong sepatu roda menjadi cabang olahraga kebanggaan warga Kota Makassar.
"Kami di Dispora Makassar berkomitmen mendukung penuh kepengurusan baru Porserosi Makassar di bawah kepemimpinan yang baru. Kami berharap sinergi ini dapat mendorong olahraga sepatu roda berkembang semakin pesat, melahirkan bibit-bibit atlet potensial," tegas Muh. Zein Zico Andi Lolo.
Peta Jalan Tiga Tahun: dari Fondasi Organisasi hingga Event Nasional
Firman Setiawan menyusun target pembinaan secara bertahap. Pada 2026, fokus utama adalah penguatan fondasi organisasi, termasuk pengusulan keanggotaan KONI Makassar, aktivasi branding digital, pemetaan fasilitas latihan, serta pelatihan lisensi wasit dan pelatih.
Tahun 2027 menjadi fase pengembangan. Pembinaan atlet berjenjang, manajemen klub, dan peningkatan kualitas pelatih menjadi prioritas, didukung penyelenggaraan kompetisi rutin.
Puncaknya pada 2028, Porserosi Makassar menargetkan prestasi optimal dan kesiapan menjadi tuan rumah event berskala nasional. Pada fase ini pula sarana dan prasarana latihan diharapkan sudah memenuhi standar nasional.
Langkah Terdekat: Raker dan Kesiapan Kontingen Poprov 2026
Agenda yang paling mendesak adalah penyelenggaraan Rapat Kerja (Raker) pengurus. Raker ini akan mematangkan agenda pembinaan sekaligus mempersiapkan kontingen menuju Poprov 2026 yang akan digelar di Sengkang dan Bone.
Dengan peta jalan yang sudah dirancang, kepengurusan baru Porserosi Makassar diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi pembinaan atlet sepatu roda di ibu kota Sulawesi Selatan.