Pencarian

Misi Chang'e-7 ke Kutub Selatan Bulan Batal Meluncur, China Evaluasi Kesiapan Teknis Wahana

Selasa, 25 Agustus 2026 • 03:10:01 WIB
Misi Chang'e-7 ke Kutub Selatan Bulan Batal Meluncur, China Evaluasi Kesiapan Teknis Wahana
Badan Antariksa China menunda peluncuran misi Chang'e-7 ke Kutub Selatan Bulan untuk evaluasi teknis menyeluruh.

SULAWESI SELATAN — Badan Antariksa China (CNSA) belum memberikan jadwal baru untuk misi Chang'e-7. Pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah, Minggu (23/8/2026), menyebut "wahana antariksa bulan tidak memenuhi syarat peluncuran" dan seluruh sistem masih dalam evaluasi menyeluruh.

Penundaan ini menjadi pukulan bagi program eksplorasi Bulan China yang tengah bergeser fokus dari sekadar penjelajahan menuju pemanfaatan sumber daya. Chang'e-7 selama ini dipersiapkan sebagai ujung tombak pencarian es air di wilayah yang belum pernah dijamah manusia.

Robot Pelompat untuk Menjelajah Kawah Gelap

Misi ini membawa konfigurasi empat elemen: pesawat pengorbit, pendarat, rover, dan robot kecil berteknologi lompat. Robot pelompat tersebut dirancang untuk menjangkau area yang mustahil dilalui rover biasa, termasuk dasar kawah yang permukaannya nyaris tak pernah tersentuh cahaya Matahari.

Wilayah yang selamanya berada dalam bayangan itu menjadi target utama karena diperkirakan menyimpan endapan es dalam waktu sangat lama. Suhu di lokasi tersebut bisa turun hingga di bawah minus 200 derajat Celsius, kondisi yang menuntut ketahanan material ekstrem.

Es Bulan Kunci Eksplorasi Manusia di Masa Depan

Air yang ditemukan di kutub selatan Bulan bukan sekadar kebutuhan minum astronaut. Secara prinsip, air dapat dipecah menjadi hidrogen dan oksigen yang berpotensi menjadi bahan bakar roket. Chang'e-7 akan mengukur langsung lokasi, kondisi, dan karakteristik sumber daya tersebut untuk menilai sejauh mana es Bulan bisa dieksploitasi.

"Dengan Chang'e-7, program bulan China bergeser dari program eksplorasi menjadi program pemanfaatan sumber daya," kata Yuqi Qian, ahli geologi Bulan dari Universitas Hong Kong.

Persaingan China-AS di Kutub Selatan Bulan

Penundaan ini terjadi di tengah persaingan ketat China dengan Amerika Serikat yang sama-sama membidik kutub selatan Bulan. China menyiapkan Chang'e-8 sebagai misi lanjutan untuk menguji teknologi pemanfaatan material Bulan, sementara sejumlah misi AS juga diarahkan ke wilayah yang sama.

Seluruh rangkaian misi ini menjadi fondasi ambisi China membangun International Lunar Research Station (ILRS) sekaligus mempersiapkan eksplorasi berawak ke luar angkasa yang lebih jauh. Evaluasi teknis Chang'e-7 saat ini menjadi penentu seberapa cepat peta jalan tersebut bisa dieksekusi.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: afu.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks