Pencarian

Beige Mom Aesthetic untuk Bayi: Manfaat Warna Netral dan Risiko Stimulasinya

Senin, 24 Agustus 2026 • 17:39:01 WIB
Beige Mom Aesthetic untuk Bayi: Manfaat Warna Netral dan Risiko Stimulasinya
Bayi beristirahat di kamar bernuansa krem dengan dekorasi minimalis, mencerminkan tren beige mom aesthetic.

SULAWESI SELATAN — Gaya pengasuhan yang identik dengan warna krem, abu-abu, dan putih ini memang tengah populer di kalangan orang tua muda. Tren yang dikenal dengan istilah beige mom aesthetic ini memengaruhi pilihan dekorasi kamar bayi, pakaian, hingga mainan anak. Namun, di balik kesan tenang dan elegan yang disuguhkan, tersimpan perdebatan tentang pengaruhnya terhadap perkembangan penglihatan dan sensorik bayi.

Apa Itu Beige Mom Aesthetic?

Secara sederhana, ini adalah tren di mana orang tua, khususnya ibu, memilih palet warna netral dan desain minimalis untuk segala hal yang berkaitan dengan anak. Warna-warna seperti krem, putih, dan abu-abu mendominasi, menggantikan warna-warna cerah yang selama ini identik dengan perlengkapan bayi.

Istilah "sad beige mom" pertama kali dipopulerkan oleh kreator TikTok Hayley DeRoche melalui akunnya, "That Sad Beige Lady". Kontennya yang satir menyindir gaya pengasuhan ultra-minimalis ini, kemudian memicu diskusi luas di media sosial tentang dampaknya bagi anak.

Daya Tarik Nuansa Tenang: Manfaat yang Dirasakan Orang Tua

Lingkungan dengan warna netral dinilai mampu menciptakan suasana yang menenangkan dan nyaman. Bagi sebagian orang tua, ini membantu bayi beristirahat lebih baik dan mengurangi stimulasi berlebihan yang bisa membuat si kecil rewel. Warna-warna cerah memang terbukti sensitif bagi bayi, sehingga lingkungan yang tenang secara visual dianggap mendukung kualitas tidur dan fokus bermain.

Dr. Lisa Diard, MD, menyatakan bahwa menciptakan suasana rumah yang tenang dan teratur tidak berbahaya. Justru, ini bisa menjadi bentuk perawatan diri bagi orang tua di tengah kesibukan mengurus anak.

Selain itu, palet krem dianggap abadi dan tidak lekang oleh waktu. Pilihan warna netral gender juga memudahkan orang tua, terutama karena barang-barang bisa diwariskan ke anak berikutnya tanpa perlu membeli ulang. Gaya ini juga sering dikaitkan dengan kesadaran lingkungan karena mengutamakan bahan alami.

Kekhawatiran Para Ahli: Kurangnya Stimulasi Visual

Di sisi lain, para ahli mengingatkan bahwa kurangnya warna bisa berdampak negatif pada perkembangan anak. Penglihatan bayi belum sempurna hingga usia lima hingga delapan bulan. Pada masa ini, mereka membutuhkan mainan dengan kontras tinggi dan warna cerah untuk membantu membedakan objek dan merangsang perkembangan visual.

Prof. Dr. Iswinarti, M.Si., Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, menekankan pentingnya stimulasi visual melalui variasi warna. Ia menjelaskan bahwa pada usia 2-3 bulan, bayi lebih responsif terhadap warna cerah dan kontras tinggi. Kekurangan stimulasi ini dikhawatirkan menjadi bentuk deprivasi sensorik, karena anak-anak membutuhkan akses ke berbagai warna, tekstur, dan suara untuk tumbuh kembang yang sehat.

Antara Estetika Orang Tua dan Kebutuhan Anak

Kritik utama terhadap tren ini adalah anggapan bahwa gaya ini lebih mementingkan tampilan Instagram orang tua daripada kebahagiaan dan kebutuhan anak. Pendekatan yang terlalu kaku pada satu palet warna dikhawatirkan menghilangkan pengalaman bermain yang kaya dan penuh warna bagi si kecil.

Lantas, apakah tren ini harus dihindari sama sekali? Belum tentu. Kuncinya adalah keseimbangan. Ibu tetap bisa menciptakan rumah dengan nuansa netral yang menenangkan, namun tetap menyediakan mainan atau elemen dekorasi dengan warna-warna cerah dan kontras tinggi untuk area bermain anak.

Pada akhirnya, kebutuhan stimulasi dan kebahagiaan anak tetap harus menjadi prioritas utama. Rumah yang indah adalah rumah yang mendukung tumbuh kembang seluruh penghuninya, termasuk si kecil yang sedang aktif belajar tentang dunia melalui indranya.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fimela.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks