Pencarian

Setelah Gempa Magnitudo 7,7, Menteri PU Dody Hanggodo Dorong Pasokan Air Bersih untuk 7.000 Warga Pulau Palue

Rabu, 19 Agustus 2026 • 13:47:01 WIB
Setelah Gempa Magnitudo 7,7, Menteri PU Dody Hanggodo Dorong Pasokan Air Bersih untuk 7.000 Warga Pulau Palue
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau penanganan krisis air bersih bagi 7.000 warga Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, pascagempa magnitudo 7,7.

Sikka — Menteri PU (Pekerjaan Umum) Dody Hanggodo menaruh perhatian besar pada krisis air bersih yang dialami warga Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa. Gas permukaan udara darurat dan penelusuran sumber air baru dijalankan demi melayani sekitar 7.000 warga di delapan desa yang terdampak.

Pulau Palue yang berada di utara Pulau Flores ini termasuk wilayah yang diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.

Bagi Menteri PU Dody Hanggodo, ketersediaan air bersih adalah prioritas utama dalam proses pemulihan korban bencana.

"Kita pastikan kebutuhan air masyarakat terpenuhi sekarang, sekaligus kita siapkan sumber air yang dapat mendukung kebutuhan mereka dalam jangka panjang," kata Dody Hanggodo.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw bersama tim melakukan inspeksi langsung ke Pulau Palue pada Selasa (18/8/2026).

Dalam kunjungan itu, Dirjen SDA didampingi Bupati Sikka Juventus Kago meninjau tiga titik dari sekitar 10 titik longsoran yang sudah terpetakan. Mereka juga memeriksa kondisi sumur bor yang dibangun pada 2023, yang menjadi andalan layanan air warga dengan kapasitas sekitar 1,8 liter per detik.

Untuk menutup kebutuhan air di masa darurat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II telah mengirimkan empat unit tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter ke Pulau Palue.

Langkah Tambahan untuk Sumber Air Jangka Panjang

BBWS Nusa Tenggara II juga tengah bersiap melakukan survei geolistrik untuk memetakan potensi sumber air tanah. Hasil survei ini akan menjadi acuan penentuan titik pengembangan sumber air baru, sehingga warga tidak bergantung pada sumber air yang ada sekarang.

Pemulihan Infrastruktur Terdampak Lainnya

Kementerian PU juga mengidentifikasi kebutuhan perbaikan bangunan pengaman pantai sepanjang kurang lebih 250 meter di kawasan Maluriu.

Di luar urusan air, Kementerian PU ikut menangani pemulihan akses warga dan perlindungan kawasan permukiman. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah menyiapkan satu unit excavator tipe PC 200 untuk membersihkan material longsoran di sejumlah titik yang menghalangi lalu lintas masyarakat.

Perhatian juga diberikan pada Kantor Camat Palue yang rusak akibat gempa, sebagai bagian dari upaya pemulihan fasilitas pelayanan publik.

Dengan rangkaian langkah itu, Kementerian PU memastikan penanganan Pulau Palue dilakukan bertahap, dengan pemenuhan kebutuhan dasar berupa air bersih sebagai prioritas utama pascagempa.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks