Pencarian

Pakaian Adat Bugis hingga Formasi Stupa Borobudur Warnai Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81 di Makassar

Selasa, 18 Agustus 2026 • 14:43:01 WIB
Pakaian Adat Bugis hingga Formasi Stupa Borobudur Warnai Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81 di Makassar
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menghadiri upacara penurunan duplikat Bendera Merah Putih dengan mengenakan pakaian adat Bugis di Makassar, Senin (17/8/2025).

MAKASSAR — Upacara penurunan duplikat Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Makassar berlangsung meriah dengan nuansa budaya yang kental. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir mengenakan jas tutu biru dongker yang dipadukan dengan sarung sabbe corak labba, sarung sutra khas Bugis berpadu warna biru, kuning, dan oranye.

Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, turut tampil anggun dengan baju bodo sederhana berwarna merah maroon. Pemandangan serupa juga terlihat dari jajaran keluarga besar Pemkot Makassar hingga keluarga anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang hadir dengan beragam busana adat Nusantara.

Formasi Stupa Borobudur Jadi Simbol Kekuatan

Kemeriahan upacara sore itu makin lengkap dengan penampilan 70 anggota Paskibraka Kota Makassar. Mereka menampilkan formasi barisan yang terinspirasi dari stupa Candi Borobudur.

Formasi tersebut menjadi simbol bahwa kekuatan tidak selalu ditunjukkan lewat cara-cara keras, melainkan melalui ketenangan, kewibawaan, fokus, serta keanggunan dalam setiap gerakan. Perpaduan pakaian adat dan formasi Paskibraka itu menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Makassar bukan sekadar momentum penghormatan terhadap jasa para pahlawan, tetapi juga perayaan keberagaman dan persatuan.

Apresiasi untuk 70 Anggota Paskibraka

Munafri memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menjalani latihan fisik dan mental demi mempersiapkan tugasnya. Menurutnya, penampilan para Paskibraka menuntut konsentrasi, kedisiplinan, dan kerja sama yang tinggi.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh Paskibraka beserta seluruh tim yang bekerja dengan sangat baik pada saat hari ini,” tuturnya.

Baginya, kerja keras Paskibraka bukan hanya terlihat dalam satu rangkaian upacara. Lebih dari itu, proses tersebut merupakan pembentukan karakter generasi muda. Disiplin, tanggung jawab, kekompakan, dan kecintaan terhadap bangsa menjadi nilai penting yang diharapkan terus mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Wali Kota: Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Hal senada disampaikan Aliyah Mustika Ilham. Ia menilai momentum kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga pengingat untuk terus menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi tentang bagaimana kita meneruskan perjuangan itu melalui kerja nyata. Mari kita jaga persatuan, perkuat gotong royong, dan bersama-sama memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan Kota Makassar dan Indonesia. Semangat kemerdekaan harus terus hidup dalam setiap langkah dan pengabdian kita kepada masyarakat,” ujarnya.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: zonasulsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks