Pencarian

Makassar Marketing Festival 2026 di Kalla Institute Tekankan Skill Manusia yang Tak Bisa Digantikan AI

Kamis, 13 Agustus 2026 • 17:55:31 WIB
Makassar Marketing Festival 2026 di Kalla Institute Tekankan Skill Manusia yang Tak Bisa Digantikan AI
Rektor Kalla Institute Syamril berbicara dalam Makassar Marketing Festival 2026 Campus Day di Kalla Institute, Makassar.

MAKASSAR — Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) disebut bakal mengubah peta kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Di tengah gelombang perubahan itu, kemampuan yang melekat pada diri manusia justru dinilai semakin berharga.

Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam Makassar Marketing Festival (MMF) 2026 Campus Day yang digelar di Kalla Institute, Makassar. Acara yang merupakan agenda tahunan MarkPlus Institute dan Marketeers Event ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, serta praktisi untuk membedah transformasi teknologi dan kompetensi masa depan.

Empati dan Kolaborasi Jadi Modal Utama di Era AI

Rektor Kalla Institute Syamril menegaskan, perguruan tinggi memegang peran krusial dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi lanskap industri yang berubah cepat. Menurutnya, penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan kompetensi yang menjadi keunggulan fundamental manusia.

“AI akan menjadi bagian dari kehidupan dan dunia kerja di masa depan. Karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan yang tidak dapat digantikan teknologi, seperti empati, kolaborasi, dan pengambilan keputusan,” ujar Syamril.

Ia menambahkan, mahasiswa juga wajib memperkuat daya berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kepemimpinan. Kemampuan adaptif disebut menjadi faktor kunci agar generasi muda tidak tergerus oleh otomatisasi.

Sinergi Kampus dan Industri untuk Jawab Kebutuhan Pasar

Dean of MarkPlus Institute Ardhi Ridwansyah turut mengupas perubahan tren pemasaran serta kompetensi yang dibutuhkan di era digital. Sesi diskusi memberi ruang bagi mahasiswa untuk berdialog langsung mengenai peluang karier baru dan keterampilan yang perlu disiapkan sejak dini.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara Dr. Andi Lukman menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan industri. Kolaborasi ini dinilai mampu menciptakan sumber daya manusia yang kompetensinya benar-benar sesuai kebutuhan dunia usaha.

MoU MarkPlus dan Kalla Institute Perkuat Ekosistem Inovasi

Rangkaian acara juga diisi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MarkPlus dan Kalla Institute. Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan ekosistem inovasi di lingkup pendidikan tinggi.

Lewat kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengantongi pengetahuan akademik, tetapi juga memahami denyut industri secara langsung. Peserta kegiatan mendapatkan Certificate of Attendance, wawasan perkembangan industri, informasi peluang kerja, serta kesempatan memperluas jejaring dengan akademisi dan praktisi.

Kalla Institute berkomitmen terus mendorong pengembangan kompetensi yang relevan dengan kemajuan teknologi. Sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemangku kepentingan diyakini mampu melahirkan generasi yang adaptif, inovatif, dan mampu memanfaatkan AI untuk memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulselsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks