MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyiapkan 300 unit pompa air sebagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau panjang karena dampak fenomena El Nino. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pompa tersebut diprioritaskan untuk membantu mengairi lahan pertanian yang kekurangan air.
Distribusi mesin pompa dan operasi pompanisasi telah dilakukan di sejumlah kabupaten. Upaya ini diarahkan untuk menjaga produktivitas lahan pertanian padi yang terdampak kekeringan.
Prioritas Utama: Selamatkan Produksi Padi Daerah
Tim di lapangan sudah membagi mesin pompa untuk beberapa kabupaten serta menjalankan operasi pompanisasi air untuk wilayah pertanian padi yang terdampak kekeringan. Penanganan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBUN) Sulsel dilibatkan untuk mempercepat penanganan di lapangan. Langkah ini dinilai penting karena Sulsel merupakan salah satu lumbung beras utama Indonesia.
Gangguan Produksi Beras Bisa Mengancam Swasembada Pangan
Gangguan produksi akibat kekeringan dikhawatirkan tidak hanya berdampak terhadap petani, tetapi juga terhadap ketersediaan pangan dan upaya mempertahankan swasembada pangan nasional. Karena itu, percepatan penanganan di tingkat tapak menjadi krusial.
Selain pompanisasi, Pemprov Sulsel menyiapkan pembangunan sumur bor untuk lahan pertanian yang mengalami kekeringan. Setiap lokasi akan melalui survei terlebih dahulu untuk memastikan ketersediaan sumber air, termasuk melalui kajian geolistrik.
Pemda Terdampak Diminta Segera Lapor ke Dinas Pertanian
Sudirman mengimbau pemerintah daerah yang memiliki lahan pertanian terdampak agar segera melaporkan kondisi kekeringan melalui dinas pertanian setempat. Laporan tersebut diharapkan dilengkapi dengan sejumlah data pendukung agar bantuan tepat sasaran.
Data yang diminta mencakup lokasi lahan, dokumentasi kondisi sawah, sumber air yang tersedia, serta potensi lokasi sumur bor. Kelengkapan informasi ini menjadi dasar bagi tim untuk menyalurkan bantuan secara akurat.
"Pompa tersebut diprioritaskan untuk membantu mengairi lahan pertanian yang mengalami kekurangan air," kata Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Minggu.