Pencarian

KAI dan BRI Siapkan Lahan di Bogor untuk Hunian TOD

Selasa, 22 September 2026 • 09:08:02 WIB
KAI dan BRI Siapkan Lahan di Bogor untuk Hunian TOD
Menteri PKP Maruarar Sirait menyiapkan pembangunan hunian TOD di lahan KAI Bogor bersama KAI dan BRI.

SULAWESI SELATAN — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyiapkan pembangunan hunian berkonsep transit oriented development (TOD) di Bogor, Jawa Barat, dengan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Rencana itu menindaklanjuti kolaborasi serupa di kawasan Manggarai, Jakarta, yang dikerjakan KAI bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memanfaatkan aset negara untuk menyediakan hunian terjangkau di dekat akses transportasi umum.

Maruarar menyatakan dirinya sudah menjadwalkan pertemuan dengan Direktur Utama KAI dan Direktur Utama BRI guna membahas pemanfaatan lahan milik KAI di Bogor. Lahan itu akan dipakai untuk membangun hunian yang terintegrasi dengan layanan kereta.

"Saya sudah janjian sama Dirut KAI dan Dirut BRI, ada lahan di Bogor," ujar Maruarar, dikutip dari Antara.

Menurut Maruarar, proyek di Bogor merupakan kelanjutan dari kolaborasi pembangunan hunian di kawasan Manggarai. Di sana, KAI bekerja sama dengan BTN dalam penyediaan rumah bagi masyarakat.

"Kemarin itu KAI dan BTN, ini yang berikutnya di Bogor ada lahan KAI nanti dengan BRI," katanya.

Belajar dari Proyek Manggarai

Maruarar menyebut pembangunan hunian di Manggarai menjadi contoh pemanfaatan aset negara untuk perumahan rakyat. Proyek itu dikerjakan KAI bersama BTN dan menjadi acuan bagi pengembangan serupa di lokasi lain.

Dari sisi pembiayaan, BTN menyediakan fasilitas KPR bersubsidi dengan tenor hingga 40 tahun. Suku bunga yang ditawarkan sebesar 6 persen hingga lunas.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan skema pembiayaan jangka panjang tersebut dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian di tengah kota.

Mengapa TOD Jadi Andalan

Konsep TOD mengintegrasikan hunian dengan akses transportasi sehingga penghuni lebih mudah menggunakan angkutan umum. Pemerintah menilai model ini bisa menekan biaya perjalanan sekaligus membuka pilihan tempat tinggal lebih terjangkau di kawasan perkotaan.

Selain itu, pemerintah tengah mendorong pembangunan rumah susun subsidi, terutama di wilayah perkotaan, dengan memanfaatkan aset milik negara. Dukungan juga datang dari sejumlah pihak, salah satunya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Astra serta pemanfaatan lahan dari berbagai instansi.

Peran BRI dan KAI ke Depan

BRI masuk dalam rencana ini sebagai mitra pembiayaan, menyusul peran BTN di proyek Manggarai. Adapun KAI berperan sebagai pemilik lahan yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan hunian di Bogor.

Belum ada keterangan resmi mengenai luas lahan, jumlah unit, maupun jadwal konstruksi. Keduanya masih menunggu hasil pertemuan antara Menteri PKP dan jajaran direksi KAI serta BRI.

Jika terealisasi, proyek Bogor akan menambah daftar hunian TOD yang dikembangkan di kawasan Jabodetabek. Pemerintah berharap model ini bisa direplikasi di kota lain yang memiliki jaringan kereta dan aset lahan negara yang belum tergarap optimal.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks